Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai dalam perundingan maraton yang berlangsung di Islamabad, Pakistan. (REUTERS)
Kegagalan negosiasi yang berlangsung selama 21 jam tersebut memperburuk situasi gencatan senjata yang sebelumnya sudah rapuh. Konflik yang telah berlangsung lebih dari enam minggu itu dilaporkan menewaskan ribuan orang, mengganggu stabilitas ekonomi global, serta mendorong lonjakan harga energi, khususnya minyak. (REUTERS)
Di tengah situasi tersebut, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, lepas pantai Oman, menjadi sorotan. Jalur ini merupakan salah satu titik vital distribusi energi dunia, dengan sekitar 20% pasokan global melewati kawasan tersebut. (REUTERS)
Kedua pihak saling menyalahkan atas kegagalan perundingan. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, menyebut tuntutan Amerika Serikat yang dinilai “berlebihan” menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan. (REUTERS)
Sementara itu, sejumlah media Iran mengungkapkan bahwa sebenarnya telah ada kesepahaman pada beberapa isu, namun perbedaan mendasar terkait penguasaan Selat Hormuz serta program nuklir Iran masih menjadi ganjalan utama dalam negosiasi. (REUTERS)
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran pasar global, mengingat peran strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia, serta potensi dampaknya terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi internasional. (REUTERS)