Serangan militer Israel ke wilayah Lebanon terus berlanjut di tengah berlangsungnya negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan. (REUTERS/Amir Cohen)
Laporan Al Jazeera menyebutkan, serangan terbaru pada Minggu (12/4/2026) menewaskan sedikitnya belasan orang di wilayah selatan Lebanon. Enam orang dilaporkan tewas di Maaroub, distrik Tyre, sementara lima korban lainnya ditemukan di Qana. (REUTERS/Amir Cohen)
Mengutip National News Agency, serangan juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Bazouriyeh, Qalila, Bafliyeh, serta Qlawiya. Sebelumnya, pada Sabtu malam, agresi Israel di Tefahta dilaporkan menewaskan 13 orang. (REUTERS/Amir Cohen)
Pihak militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan “peluncur roket yang sudah terisi dan siap diluncurkan”. Mereka mengklaim sistem tersebut berhasil dihancurkan sebelum sempat digunakan untuk menyerang wilayah Israel. (REUTERS/Amir Cohen)
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat dampak korban yang terus meningkat sejak awal eskalasi pada 2 Maret. Hingga kini, sedikitnya 2.020 orang dilaporkan tewas dan 6.436 lainnya mengalami luka-luka. REUTERS/Louisa Gouliamaki
Eskalasi ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang sedang berlangsung, menambah kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang masih rentan terhadap konflik berskala lebih luas. (REUTERS/Amir Cohen)