MARKET DATA
Internasional

Trump Jadi Trendsetter, Negara Ini Jatuhkan Bom Sanksi Tarif 100%

tps,  CNBC Indonesia
10 April 2026 15:02
Bendera Ekuador. (Photo by STRINGER / AFP)
Foto: Bendera Ekuador. (AFP/STRINGER)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Ekuador resmi mengumumkan pengenaan tarif impor sebesar 100% terhadap seluruh produk dari Kolombia yang akan mulai berlaku pada Mei 2026 mendatang. Keputusan drastis ini diumumkan pada Kamis waktu setempat sebagai respons langsung atas perselisihan diplomatik yang melibatkan pemimpin kedua negara Amerika Selatan tersebut.

Langkah ini diambil setelah Quito memanggil pulang duta besarnya dari Bogota sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Kolombia Gustavo Petro. Petro memicu kemarahan pemerintah Ekuador setelah menyebut mantan Wakil Presiden Ekuador yang sedang dipenjara sebagai seorang tahanan politik.

Sosok yang dimaksud oleh Petro adalah Jorge Glas, yang menjabat sebagai wakil presiden di bawah pemimpin sosialis Rafael Correa serta penerusnya, Lenin Moreno. Glas sendiri telah dijatuhi hukuman 13 tahun penjara pada tahun lalu karena kasus korupsi, yang merupakan vonis keempatnya sejak tahun 2017.

Pernyataan Petro tersebut menyulut kemarahan pemerintahan Presiden Daniel Noboa yang beraliran kanan dan merupakan sekutu dekat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Noboa menganggap pernyataan Petro sebagai campur tangan terhadap sistem peradilan Ekuador.

Petro langsung bereaksi keras terhadap ancaman tarif 100% tersebut dan menyebut kebijakan itu sebagai sebuah monsteritas. Ia bahkan mengancam akan membawa Kolombia keluar dari Komunitas Negara-Negara Andes, sebuah blok perdagangan yang juga beranggotakan Bolivia, Ekuador, dan Peru.

"Ini benar-benar sebuah monsteritas, namun ini menandakan akhir dari kelompok tersebut, yang di dalamnya kita sebenarnya sudah tidak berpartisipasi lagi," tegas pemimpin sayap kiri tersebut melalui akun resminya di media sosial X, dikutip AFP, Jumat (10/4/2026).

Sebelumnya, Noboa telah memulai perselisihan dagang dengan Kolombia sejak Januari lalu karena menilai Bogota tidak kooperatif dalam memerangi perdagangan narkoba dan pertambangan ilegal di perbatasan. Dari tarif awal sebesar 30%, Noboa kemudian menaikkan tarif untuk produk Kolombia menjadi 50%.

Kolombia membalas langkah tersebut dengan menerapkan tarif 50% dan menghentikan penjualan listrik ke Ekuador. Hal ini memperparah kondisi Ekuador yang tengah mengalami krisis energi kronis.

Hingga berita ini diturunkan, berbagai upaya negosiasi antara kedua negara tersebut terus menemui jalan buntu tanpa ada kesepakatan yang tercapai. Pengenaan tarif 100% ini diprediksi akan memutus total hubungan perdagangan antara dua negara bertetangga tersebut.

Sanksi tarif kerap dipakai Trump untuk menghukum negara-negara yang memiliki neraca perdagangan positif dengan AS. Ini juga jadi senjata Trump menekan banyak negara untuk bekerja sama.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengumuman! Trump Bakal Hapus Tarif Produk dari 4 Negara Ini, Ada RI?


Most Popular
Features