MARKET DATA

Prabowo: Waktunya Kita Tinggalkan Energi Fosil

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
09 April 2026 15:06
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan jelang peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan jelang peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia harus meninggakan energi dari karbon atau berbahan bakar fosil. Sudah waktunya, Indonesia menuju energi yang bersih yakni energi baru terbarukan (EBT).

Prabowo menegaskan, bahwa salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk meninggalkan energi fosil seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menggunakan listrik atau listrifikasi.

"Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon. Memang negara butuh, kita harus tinggalkan energi dari karbon, dari fosil, kita gunakan hanya untuk yang strategis," ungkap Prabowo dalam peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk. di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Dari hal itu, Prabowo memuji inisiatif VKTR yang mengembangkan pabrik perakitan bus listrik di Magelang.

Untuk meninggalkan bahan bakar fosil, Prabowo pun menjajabrkan bahwa bahan bakar pesawat terbang atau avtur pun saat ini bisa diolah dengan menggunakan kelapa sawit atau biodiesel.

"Bahkan avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng, kita bisa olah menjadi avtur dan beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu," tegas Prabowo.

Pemerintahan Prabowo juga saat ini akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebesar 100 Gig Watt (GW) sebagai subtitusi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar minyak.

Diharapkan, proyek tersebut bisa selesai dalam waktu dua tahun ini. "Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak. Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN, akan kita tutup," ungkap Prabowo.

Diperkirakan, dengan menutup pembangkit diesel itu, Indonesia bisa menghemat pemakaian minyak hingga 200.000 barel minyak per hari (bph). Karena maklum, Indonesia saat ini adalah negara net importir minyak yang tercatat mencapai 1 jutaan barel per hari.

"Kita masih perlu impor 1 juta barel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita langsung menghemat 20%. Dengan nanti 100 GW kita juta akan menghemat sangat-sangat besar, mungkin kita dua-tiga tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,"

"Kita punya kekuatan besar, kita benar-benar sungguh, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Mau Bikin Pusat Olahraga Baru, Lebih Luas dari GBK


Most Popular
Features