Umat muslim melaksanakan salat di depan Kubah Batu di kompleks Al-Aqsa, Yerusalaem, Kamis (9/4/2026). Masjid Al-Aqsa dibuka kembali setelah ditutup selama 40 hari oleh Israel dengan alasan pembatsan akibat perang. (REUTERS/Sinan Abu Mayzer)
Pembukaan kembali tempat suci tersebut terjadi sehari setelah deklarasi gencatan senjata terhadap Iran oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu kemarin. (REUTERS/Sinan Abu Mayzer)
Ratusan jamaah Muslim berkumpul saat subuh untuk salat subuh, mengungkapkan rasa syukur mereka karena dapat mengunjungi masjid setelah penutupan yang lama. (REUTERS/Sinan Abu Mayzer)
"Saya berterima kasih kepada Tuhan karena telah membukakannya untuk kami, dan saya bersujud kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur karena telah membukakannya, berharap agar tetap terbuka dan tidak ditutup," kata warga Yerusalem, Ibrahim Abu Rmaileh. (REUTERS/Sinan Abu Mayzer)
Kelompok jamaah Yahudi juga diizinkan masuk dan terlihat berjalan di dalam kompleks, sebuah langkah yang dianggap provokatif oleh jamaah Muslim di tempat tersebut. (REUTERS/Sinan Abu Mayzer)
Sebelumnya, Israel telah memerintahkan penutupan Masjid Al-Aqsa pada (28/2) lalu setelah serangan terhadap Iran sebagai bagian dari langkah-langkah keamanannya, yang memicu protes dari jamaah Muslim. (REUTERS/Sinan Abu Mayzer)
Pembukaan kembali tempat suci tersebut terjadi sehari setelah deklarasi gencatan senjata terhadap Iran oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu (8/4) kemarin. (REUTERS/Sinan Abu Mayzer)