Momen Purbaya Gebrak-Gebrak Agar Ekonomi 2026 Tumbuh Cepat
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sampai harus menggebrak-gebrak kementerian atau lembaga untuk mempercepat belanja negara pada 2026. Percepatan belanja negara itu ditujukan sebagai stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan, dengan cara itu terbukti belanja negara mampu tumbuh cepat sejak kuartal I-2026 dengan pertumbuhan mencapai 31,4% senilai Rp 815 triliun. Sedangkan pada kuartal I-2025 tumbuhnya hanya 1,4% dengan nilai Rp 620,3 triliun.
"Yang ga efisien kita buat lebih efektif lagi, gebrak-gebrak sana-sini akibatnya banyak pemerintahnya kan lebih cepat tumbuhnya dibanding tahun lalu kan 30%, terus pajaknya juga tumbuh 20% lebih. Artinya aktifitas ekonomi benar-benar membaik," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Purbaya mengatakan, dengan metode ini, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sesuai target dalam APBN 2026, sebesar 5,4% atau lebih. Ia mengatakan, pada kuartal I-2026 bahkan ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh di kisaran atas 5,5-5,6%, dan akan berlanjut pada kuartal II-2026 meski ia belum mengungkapkan proyeksinya.
"Sekarang di mana-mana macet, semua pada belanja. Jadi memang ada desain ekonomi yang membuat ekonominya tumbuh lebih cepat. Jadi bukan karena Lebaran aja," tegas Purbaya.
Menurutnya, dengan kinerja pemerintah yang semakin gencar mengoptimalkan belanja negara sebagai stimulus perekonomian, maka juga akan membangkitkan optimisme pelaku usaha untuk terus ikut menggerakkan roda perekonomian.
"Saya pikir kalau di atas 5,5% kan sudah clear bahwa kita sudah betul-betul berbelok ekonominya. Itu saya harapkan merubah sentimen para pelaku bisnis dan kita yakin dengan desain pembangunan sekarang harusnya ke depan kita akan lebih cepat lagi pertumbuhannya," tuturnya.
(arj/haa) [Gambas:Video CNBC]