MARKET DATA

Gilimanuk Sudah Overload, Gubernur Bali Usul Bangun 4 Pelabuhan Baru

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
08 April 2026 16:20
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan pelabuhan Gilimanuk, Bali. (Dok. Kemenhub)
Foto: Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan pelabuhan Gilimanuk, Bali. (Dok. Kemenhub)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun pelabuhan alternatif selain Pelabuhan Gilimanuk untuk memecah kepadatan kendaraan di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang.

Dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR RI, Rabu (8/4/2026), Gubernur Bali I Wayan Koster mengusulkan pembangunan empat pelabuhan baru untuk angkutan logistik, agar nantinya truk-truk logistik tidak perlu melewati penyeberangan Gilimanuk. Adapun keempat pelabuhan baru tersebut yakni Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng, Pelabuhan Sangsit Buleleng, Pelabuhan Amed Karangasem, dan Pelabuhan Gunaksa Klungkung.

"Kami mengusulkan rencana pembangunan pelabuhan angkutan logistik baru di empat lokasi, yakni di Buleleng ada Celukan Bawang dan Sangsit, di Karangasem ada Amed, dan di Klungkung ada Gunakse," kata Koster dalam paparannya di raker bersama Komisi V DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Koster menjelaskan, usulan ini dilakukan karena jumlah kendaraan jalur darat melalui penyeberangan Gilimanuk-Ketapang semakin meningkat. Apalagi, Tol Trans Jawa semakin mendekati Banyuwangi Jawa Timur, sehingga potensi peningkatan kendaraan ke Bali makin meningkat.

"Mengapa kami mengusulkan ini? Karena transportasi dari Jawa ke Bali makin meningkat, terutama penumpang umum maupun juga wisatawan yang dari Jawa karena Tol Trans Jawa itu sudah makin mendekat ke Banyuwangi, sehingga makin banyak wisatawan sekarang ini tidak lagi naik udara tapi banyak menggunakan kendaraan pribadi. Jadi kendaraan yang ke Bali itu makin banyak," lanjutnya.

Selain itu, rencana pembangunan pelabuhan baru ini setelah terjadinya kemacetan parah yang terjadi di penyeberangan Gilimanuk-Ketapang pada arus mudik Lebaran 2026, di mana kejadian ini disebabkan karena masih tingginya operasional kendaraan logistik Jawa-Bali.

"Jadi karena itu salah satu yang menjadi unsur penyebab kemacetan tertinggi itu adalah angkutan logistik yang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk, termasuk pada arus mudik Lebaran kemarin, itu macetnya luar biasa," ujarnya.

Dengan adanya rencana pelabuhan baru tersebut, nantinya arus kendaraan darat tidak lagi bertumpu di penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. Kedepan, kendaraan penumpang seperti sepeda motor, mobil pribadi, bus umum, dan travel tetap bisa mengakses Pelabuhan Gilimanuk. Namun untuk kendaraan barang atau logistik, akan diarahkan ke empat pelabuhan baru tersebut.

"Jadi kami menginginkan agar kendaraan dari Ketapang tidak lagi bertumpu di Gilimanuk, tetapi bisa terbagi ke Pelabuhan Celukan Bawang bagi yang mau ke Bali bagian utara, ke Pelabuhan Pelabuhan Amed kalau mau ke Bali timur, kalau mau ke selatan bisa ke Pelabuhan Gunakse," terangnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan pembangunan dermaga Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng dan tiga pelabuhan lainnya dilakukan untuk memecah arus kendaraan yang melakukan penyeberangan melalui Pelabuhan Gilimanuk dari Pelabuhan Ketapang maupun sebaliknya, di mana hal ini membuat kemacetan panjang saat arus mudik Lebaran 2026 lalu.

"Pembangunan dermaga Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng sebagaimana tadi yang disampaikan oleh Pak Gubernur, kami sudah membahas mengenai bagaimana mengatasi penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk dan salah satu alternatifnya dalam pengembangan pelabuhan termasuk diantaranya mengembangkan pelabuhan ferry di wilayah utara maupun di wilayah timur Bali dengan harapan kita bisa memecah kendaraan dari dan menuju Bali," kata Dudy.

Ia pun berharap dengan pembangunan pelabuhan baru ini dapat memecah kendaraan seperti yang sudah dilakukan di penyeberangan Merak-Bakauheni, di mana semua kendaraan tak lagi berfokus di dua pelabuhan tersebut.

"Harapannya bisa kita lakukan seperti yang ada di Lampung dan Merak ntuk penyeberangan Merak-Bakauheni saat arus mudik dan balik lebaran," jelasnya.

Dudy menambahkan, saat ini kapasitas Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang sudah cukup terbatas untuk menampung semua kendaraan yang akan melakukan penyeberangan Jawa-Bali, terutama disaat libur panjang, sehingga sudah seharusnya kendaraan dipisah.

"Kami memandang bahwa memang sangat diperlukan antisipasi sebagaimana yang dikerjakan kami di Lampung dan Banten yang memiliki beberapa pelabuhan alternatif dalam rangka penyeberangan, dan sebagaimana mungkin Pak Gubernur bisa saksikan kemarin saat arus mudik Lebaran 2026, kita tidak bisa lagi menyatukan antara kendaraan berat dengan kendaraan-kendaraan kecil dimana kapasitas pelabuhan maupun jalan sudah tidak memadai lagi," terangnya.

(chd/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Gubernur Bali Ketok UMP 2026 Naik 7,04%, Nilainya Jadi Rp 3,2 Juta


Most Popular
Features