Breaking News! Trump Mulai Hancurkan Iran, Hantam Pulau Minyak Teheran
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah target militer di Pulau Kharg, Iran, pada Selasa, (07/04/2026). Serangan ini dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan ancaman tenggat waktu (deadline) yang sangat ketat bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Mengutip laporan Reuters, serangan tambahan terhadap sasaran militer ini diklaim tidak berdampak pada infrastruktur minyak Iran. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat Amerika Serikat yang berbicara dengan syarat anonim.
"Setidaknya beberapa serangan menargetkan situs-situs yang sebelumnya sudah pernah diserang. Serangan tersebut terjadi pada Selasa dini hari," tuturnya.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memberikan pernyataan terpisah saat berada di Budapest, Hungaria, terkait serangan ini. Vance menegaskan bahwa serangan ke Pulau Kharg tersebut bukan merupakan perubahan dalam strategi Amerika Serikat terhadap Iran.
"Kami akan menyerang beberapa target militer di Pulau Kharg, dan saya yakin kami telah melakukannya," ujar Vance.
Vance menambahkan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Trump merasa percaya diri bisa mendapatkan respons dari Iran sebelum pukul 20.00 waktu setempat atau sekitar pukul 07.00 WIB hari Rabu. Saat ini, perundingan untuk mengakhiri konflik masih terus diupayakan oleh pihak Gedung Putih.
"Kami tidak akan menyerang target energi dan infrastruktur sampai pihak Iran mengajukan proposal yang dapat kami dukung atau jika mereka tidak mengajukan proposal sama sekali," kata Vance.
Vance juga kembali menekankan bahwa aksi militer terbaru di wilayah strategis tersebut masih sejalan dengan arahan dari Presiden Amerika Serikat.
"Saya rasa berita di Pulau Kharg tidak mewakili perubahan strategi, atau mewakili perubahan apa pun dari Presiden Amerika Serikat," tutur Vance.
Konflik antara kedua negara semakin memanas setelah Presiden Donald Trump menyerang Iran akhir Februari lalu demi memaksa Teheran melepaskan ambisi senjata nuklirnya. Langkah ini dibalas Iran dengan menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur transit minyak paling kritis di dunia yang menjadi urat nadi energi global.
Trump sebelumnya telah mengeluarkan ancaman keras dengan menyatakan bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini" jika Iran tidak segera mencapai kesepakatan dan mengakhiri blokade di selat tersebut. Trump menetapkan tenggat waktu hingga Selasa malam pukul 20.00 waktu timur AS (ET) bagi Iran untuk menyerah pada tuntutannya atau menghadapi kehancuran infrastruktur sipil secara total, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.
Meskipun berada di bawah tekanan militer dan ancaman kehancuran ekonomi, Iran dilaporkan masih tidak bergeming. Pemerintah Iran secara tegas menolak proposal gencatan senjata yang diajukan sebelumnya dan tidak mengiyakan permintaan Trump untuk membuka Selat Hormuz tanpa syarat yang mereka ajukan sendiri, yakni penghentian permusuhan secara permanen dan penghapusan sanksi.