Purbaya Hitung Ulang Defisit APBN 2026, Bakal Naik Jadi 2,9%
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah akan menaikkan target defisit Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari semula 2,68% menjadi 2,9% pada tahun ini.
Purbaya menuturkan pihaknya telah melakukan exercise atau kalkulasi atas defisit APBN tahun ini. Nantinya, perubahan ini akan dimuat dalam laporan semester (lapsem) dan dilaporkan ke DPR RI.
"Jadi kalau di atas 10% gak apa-apa kan..lapsem aja," ujar Purbaya, saat makan siang bersama media di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (7/4/2026).
Dia pun memastikan Kementerian Keuangan akan berkomunikasi dengan DPR. Dia yakin DPR akan menyetujui hal ini.
Saat ditemui terpisah, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengungkapkan bahwa pemerintah tidak ada opsi untuk memperlebar defisit APBN ke atas 3%. Dengan demikian, defisit di kisaran 2,88%-2,9% masih dalam batas aman.
"Karena perintahnya Bapak Presiden kepada Menteri Keuangan yang disampaikan kepada DPR itu menyatakan bahwa defisit dijaga di 3%. Dan 3% itu angkanya bisa 2,88%, bisa 2,9%," tegas Misbakhun.
Adapun, menurut Misbakhun, defisit 2,88% masih berada dalam batas aman dan memadai. Jika defisit dinaikkan dari 2,68% ke 2,88%, maka kenaikannya sekitar 0,2% dan setara dengan Rp 200-an triliun.
"Dua ratusan triliun itu akan sangat bisa menopang dinamika fluktuasi dari kenaikan harganya," katanya.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]