MARKET DATA

Purbaya Respons Soal Usulan Potong Gaji Menteri & Anggota DPR

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
06 April 2026 19:11
Purbaya Respons Soal Usulan Potong Gaji Menteri & Anggota DPR
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat meninjau Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana pemotongan gaji pejabat mencuat di tengah upaya penghematan pemerintah untuk menjaga anggaran negara, saat kondisi ketidakpastian global. Kebijakan itu juga sempat dilontarkan Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Saat itu, Prabowo memaparkan kebijakan antisipasi yang dilakukan oleh Pakistan, untuk membantu kelompok rentan saat dampak perang menghantam kondisi ekonomi banyak negara.

Saat ditanya kelanjutannya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak mempermasalahkan jika Presiden Prabowo memutuskan untuk memangkas gaji pejabat pemerintahan setara menteri.

"Kalau DPR saya gak tahu, kalau menteri sih gak apa-apa (dipotong). Kita lihat kebijakan presiden seperti apa," katanya, di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Senin (6/4/2026).

"Gak apa-apa (dipotong), kan banyak duitnya. Biasanya potong berapa?" tambah Purbaya saat dikonfirmasi kembali.

Ditanya mengenai berapa besaran gaji menteri yang dipotong, dia memperkirakan hingga 25%, meskipun hal itu masih menunggu keputusan akhir dari presiden.

"Kayaknya 25% deh," katanya. Meskipun dia mengaku belum mau membenarkan bahwa angka pemotongan itu sudah disepakati.

"Belum, belum, nebak. Katanya suruh nebak saya. Saya tebak kira-kira 25%," tambahnya.

Hanya saja Purbaya membenarkan bahwa sudah ada pembicaraan di level pemerintah terkait pemotongan gaji itu.

"Saya gak tahu, mesti presiden yang jelasin. Nanti gw susah hidupnya. Ada pembicaraan seperti itu tapi keputusan terakhirnya masih belum clear-ya," jelas Purbaya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Peringatan Prabowo ke Pejabat, Awas Anggaran Pendidikan Dikorupsi


Most Popular
Features