MARKET DATA
Internasional

Teheran Respons Trump Ancam Buat Iran Jadi "Neraka" Hari Selasa

sef,  CNBC Indonesia
06 April 2026 15:00
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (iStockphoto/studiocasper)
Foto: Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (iStockphoto/studiocasper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran memberi respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam laman media sosialnya, Trump memperingatkan Iran, bahwa negara itu akan menjadi "neraka".


Hal ini dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, Senin (6/4/2026). Ia mengatakan bahwa ancaman Trump untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

"Presiden Amerika, sebagai pejabat tertinggi negaranya, telah secara terbuka mengancam untuk melakukan kejahatan perang," kata Gharibabadi dalam sebuah unggahan di X, mengutip ketentuan hukum internasional yang dapat dilanggar, dimuat AFP.

"Ancaman untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan (infrastruktur sipil) adalah kejahatan perang berdasarkan Pasal 8(2)(b) Statuta Roma Pengadilan Kriminal Internasional," tambahnya.

Sebelumnya Trump mengancam Iran, Minggu waktu AS. Dalam unggahan media sosialnya, Trump dengan penuh kata-kata kasar mengatakan akan membuat Iran menjadi "neraka", jika Teheran tak membuka Selat Hormuz, Selasa.

Ancaman ini muncul setelah ultimatum 48 jam yang dikeluarkannya pada hari Sabtu. Trump mengatakan akan membombardir pembangkit listrik dan fasilitas publik di Iran.

"Selasa akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan', semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!!" kata Trump.

"Buka Selat itu, dasar bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP," ujarnya lagi menyebut kata "praise be to Allah".

Meski demikian, hal ini menjadi perhatian bagi para analis. Sejak pekan lalu, mereka khawatir bahwa perang makin membawa konsekuensi memburuknya ekonomi bagi warga Amerika.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Terang-terangan Ingin Segera Rudal Iran, Teheran Respons Begini


Most Popular
Features