MARKET DATA

Harga Avtur Melambung, Pemerintah Subsidi Rp2,6 T Tiket Pesawat

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
06 April 2026 14:52
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan Konferensi Pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/PerekonomianRI)
Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan Konferensi Pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/PerekonomianRI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia mengumumkan pemberian subsidi untuk tiket pesawat senilai Rp 2,6 triliun dalam dua bulan ke depan sebagai langkah untuk meredam efek kenaikan harga avtur global, imbas perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, subsidi itu dalam bentuk pemberian insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 11% per bulan dengan nilai sekitar Rp 1,3 triliun per bulan untuk dua bulan.

"Jadi kita persiapkan untuk 2 bulan maka ini Rp 2,6 triliun," kata Airlangga saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Airlangga mengatakan, besaran subsidi ini akan menekan lonjakan harga tiket pesawat yang mulanya diperkirakan naik 28% untuk jenis pesawat jet, dan 38% propeller. Dengan subsidi tiket pesawat ini ia perkirakan kenaikannya menjadi hanya 9-13% saja.

"Ini agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13%," papar Airlangga.

Ia menekankan, kebijakan fuel surcharge dan PPN DTP ini akan diperlakukan sesuai paket respons gejolak harga minyak mentah dunia yang dikeluarkan untuk periode dua bulan ke depan.

(arj/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Diskon Tarif Tol Berlaku 22, 23, dan 31 Desember 2025 di Ruas Ini


Most Popular
Features