Paus Leo Beri Pesan Paskah ke Warga Dunia, Minta Tolak Perang Iran
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin tertinggi umat Katolik dunia, Paus Leo, memimpin ibadah malam Paskah bagi seluruh umat di Basilika Santo Petrus pada Sabtu (04/04/2026). Dalam pesan khotbahnya, pria asal Amerika Serikat tersebut mendesak masyarakat dunia agar tidak merasa mati rasa terhadap besarnya skala konflik yang tengah berkecamuk secara global serta menyerukan langkah nyata demi perdamaian.
Mengutip Channel News Asia, Paus Leo yang kini muncul sebagai kritikus vokal terhadap perang Iran menyatakan bahwa rasa ketidakpercayaan dan ketakutan telah dibiarkan merusak hubungan antarmanusia. Menurutnya, kondisi tersebut memutus ikatan di antara kita melalui perang, ketidakadilan, dan isolasi terhadap rakyat serta bangsa-bangsa.
"Jangan biarkan diri kita dilumpuhkan," ujar Paus Leo memberikan himbauan kuat dalam ibadah malam paling suci dalam kalender Katolik tersebut, saat Alkitab mencatat momen Yesus bangkit dari kematian.
Meskipun tidak menyebutkan konflik tertentu secara spesifik selama kebaktian berlangsung, Paus Leo juga melakukan prosesi pembaptisan terhadap 10 orang dewasa yang berpindah keyakinan ke agama Katolik. Dalam homilinya di hadapan ribuan jemaat di gereja terbesar di dunia Kristen itu, ia mendesak umat untuk mengikuti teladan para orang kudus.
Paus Leo menegaskan bahwa para kudus adalah sosok yang berjuang demi keadilan agar anugerah Paskah berupa keharmonisan dan perdamaian dapat tumbuh dan berkembang di mana saja.
Paus Leo, yang dikenal sangat berhati-hati dalam memilih kata-kata, terpantau terus meningkatkan kritiknya terhadap perang Iran dalam beberapa pekan terakhir. Pada hari Minggu pekan lalu, ia menyatakan bahwa Tuhan menolak doa-doa para pemimpin yang memulai perang dan memiliki tangan yang penuh dengan darah.
Selanjutnya pada hari Selasa, Leo melakukan permohonan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia mendesak sang presiden untuk segera menemukan jalan keluar atau off-ramp guna mengakhiri peperangan tersebut.
Kritik ini menambah panjang deretan pernyataan keras sang Paus setelah sebelumnya pada hari Jumat Agung, ia juga mendesak Presiden Israel untuk mengakhiri perang Iran. Leo bahkan menyebut perang di Timur Tengah sebagai sebuah skandal bagi kemanusiaan.
Paus Leo akan menutup rangkaian perayaan Paskah pada hari Minggu pagi ini dengan memimpin Misa di Lapangan Santo Petrus. Ia dijadwalkan untuk menyampaikan berkat dan pesan khusus Urbi et Orbi, yang biasanya menjadi momen bagi Vatikan untuk menyampaikan seruan internasional berskala besar.
(tps) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]