MARKET DATA

Sistem Bayar Tol Tanpa Buka Kaca Lama Tak Ada Kabar, Ini Kata Bos BPJT

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
02 April 2026 18:10
Infografis, Mengenal MLFF, Bayar Tol Tanpa Berhenti
Foto: Infografis/ Tol MLFF/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Implementasi sistem bayar tol tanpa berhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF) masih belum menunjukkan hasil signifikan meski sempat digaungkan sebagai solusi modernisasi transaksi jalan tol. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini kembali mendorong percepatan proyek tersebut setelah sempat mengalami hambatan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengungkapkan bahwa proyek MLFF sebelumnya mengalami stagnasi, namun mulai menemukan titik terang setelah adanya rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Memang sempat mengalami stagnasi. Dan alhamdulillah di akhir tahun kemarin kita mendapatkan rekomendasi dari BPKP, salah satunya adalah melanjutkan atau melakukan uji coba kembali," ujar Wilan.

Sebelumnya terdapat perbedaan penilaian antara pihak pemerintah dan mitra pelaksana terkait keberhasilan sistem tersebut. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat implementasi MLFF tertunda.

"Karena yang sebelumnya ada dua klaim dari kami dari BPJT atau PU dinyatakan belum berhasil tapi dari Roatex atau badan pengatur itu menyatakan berhasil," lanjutnya.

Jalan Tol Bali-Mandara akan menggunakan sistem transaksi Tol Non Tunai Nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) pada Juni 2023. (Dok. Kementerian PUPR)Foto: Jalan Tol Bali-Mandara akan menggunakan sistem transaksi Tol Non Tunai Nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) pada Juni 2023. (Dok. Kementerian PUPR)
Jalan Tol Bali-Mandara akan menggunakan sistem transaksi Tol Non Tunai Nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) pada Juni 2023. (Dok. Kementerian PUPR)

Kini, Kementerian PU menyiapkan uji coba ulang dengan pendekatan menyeluruh untuk memastikan sistem benar-benar siap digunakan oleh masyarakat dan operator jalan tol.

"Nah ini kita rencanakan uji coba. Nah uji coba ini kita akan lakukan secara end-to-end, artinya dari mulai download aplikasi sampai ke pembayarannya diterima oleh BUJT maupun RTS," jelasnya.

Tahapan menuju uji coba penuh pun telah disusun, dimulai dari pra-uji coba yang fokus pada penyempurnaan aspek teknis dan operasional sistem.

Sebagai bagian dari persiapan, Kementerian PU sebelumnya telah menggelar uji fungsi untuk memastikan fitur aplikasi berjalan sesuai skenario yang dirancang.

"Nah dalam rangka penyiapan TOR uji coba itu memang kemarin di tanggal 3 sampai 5 Maret Pak Menteri, kita sempat melakukan yang namanya functional test. Functional test itu lebih ke mencoba demonstrasi fitur aplikasi yang ada di Kantas, kemudian lebih ke basis positif skenario," ungkapnya.

Uji fungsi tersebut belum menjadi tahap akhir. Pemerintah masih akan melanjutkan pengujian lanjutan untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba yang lebih luas.

"Nah ini kita akan lakukan lagi functional test tahap dua dalam waktu dekat untuk melengkapi TOR-nya. Nanti setelah TOR-nya jadi, akan dilakukan fase uji coba itu sendiri. Target waktunya ya intinya the sooner the better," pungkasnya.

(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Teddy Temui Menteri PU dan KSAD, Bahas Infrastruktur di Daerah Bencana


Most Popular
Features