Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api pada bangunan yang terdampak setelah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, mengalami kebakaran hebat pada Rabu (1/4/2026) malam. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Salah satu warga mengatakan terdengar beberapa kali suara dentuman keras dari arah SPBE. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat akibat ledakan yang terjadi di lokasi. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Pantauan CNBC Indonesia lokasi SPBE berada sangat dekat dengan permukiman warga dan deretan toko, sehingga dampak ledakan dan kebakaran langsung mengenai sejumlah rumah serta bangunan usaha di sekitarnya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Puing-puing bangunan berserakan di jalan, sementara beberapa rumah mengalami kerusakan cukup parah akibat kuatnya ledakan. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Tabung LPG terlihat juga berserakan di jalan setelah ledakan, dengan beberapa di antaranya tampak penyok dan hangus terbakar. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Sedikitnya 12 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Hingga sekitar pukul 23.30 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api yang masih berkobar, baik di area SPBE maupun di rumah warga yang terdampak. Proses pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke permukiman lainnya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
SPBE tersebut diketahui dimiliki dan dikelola oleh PT Indogas Andalan Kita yang merupakan mitra PT Pertamina Patra Niaga. Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, membenarkan insiden kebakaran tersebut dan menyatakan pihaknya bersama pengelola SPBE langsung berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran setempat. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Ia menegaskan penyebab kebakaran akan segera diinvestigasi bersama aparat berwenang. Saat ini, fokus utama adalah penanganan kebakaran serta memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja SPBE. Pertamina Patra Niaga Regional RJBB juga memastikan pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman dan tidak terganggu. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)