Harga BBM di AS Melonjak, Nyaris Tembus Rp24.000 per Liter
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Amerika Serikat terus mengalami kenaikan seiring melonjaknya harga minyak imbas perang antara AS-Israel dan Iran yang kini memasuki bulan kedua.
Berdasarkan data terbaru dari Energy Information Administration (EIA) AS per 30 Maret 2026, harga BBM bervariasi di tiap wilayah, dengan kisaran US$3,59 hingga US$5,33 per galon.
Adapun, harga tertinggi tercatat di kawasan West Coast yang mencapai US$5,33 per galon, sementara yang terendah berada di Gulf Coast sebesar US$3,59 per galon.
Jika dihitung secara rinci, satu galon BBM di Amerika Serikat setara dengan 3,785 liter. Artinya, untuk harga tertinggi di West Coast sebesar US$5,33 per galon atau sekitar Rp90.487 per galon (kurs Rp16.977/US$), maka harga per liter mencapai sekitar Rp23.907 per liter.
Sementara, di wilayah dengan harga terendah yakni Gulf Coast, harga BBM berada di level US$3,59 per galon atau Rp60.947 per galon. Adapun apabila dikonversi menjadi liter mencapai sekitar Rp16.102 per liter.
Kenaikan harga ini tak terlepas dari tekanan di pasar minyak global akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz, salah satu jalur vital perdagangan minyak dunia yang terdampak konflik geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi lain, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara juga sudah mengerek harga Bahan Bakar Minyak (BBM)-nya.
Sebagai contoh Singapura, rata-rata harga BBM untuk bensin di Singapura mencapai US$2,545 per liter atau Rp43.308 per liter (kurs Rp17.017/US$). Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,978 per liter atau Rp50.676 per liter.
Berbeda dengan negara-negara di Asia Tenggara, Pemerintah Indonesia justru memutuskan untuk menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri, tak hanya berlaku bagi BBM bersubsidi melainkan juga BBM non subsidi.
Ambil contoh produk BBM di SPBU Pertamina, di mana harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax pada 1 April tetap sebesar Rp12.300 per liter. Kemudian Pertamax Green atau RON 95 tetap Rp12.900 per liter.
Tak terkecuali juga dengan Pertamax Turbo tetap Rp13.100 per liter. Lalu Dexlite tetap Rp14.200 per liter. Dan Pertamina Dex tetap Rp14.500 per liter.
Adapun untuk BBM subsidi Pertamina seperti RON 90 atau Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Begitu juga dengan Solar Subsidi masih sama yakni Rp6.800 per liter.
Berikut harga BBM di negara-negara Asia Tenggara per 30 Maret 2026:
1. Malaysia
Mengutip laman Global Petrol Prices, rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Malaysia per (30/3/2026) mencapai US$0,956 per liter atau Rp16.268 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,364 per liter atau Rp23.211 per liter.
2. Singapura
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Singapura mencapai US$2,545 per liter atau Rp43.308 per liter (kurs Rp17.017/US$). Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,978 per liter atau Rp50.676 per liter.
3. Filipina
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Filipina mencapai US$1,588 per liter atau Rp24.316 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,974 atau Rp33.591 per liter.
4. Thailand
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Thailand mencapai US$1,600 per liter atau Rp per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,223 atau Rp20.811 per liter.
5. Laos
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,779 per liter atau Rp per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,889 per liter atau Rp32.145 per liter.
6. Kamboja
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,546 per liter atau Rp per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,796 per liter atau Rp30.562 per liter.
7. Myanmar
Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,568 per liter atau Rp per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,741 per liter atau Rp29.626 per liter.
(wia) Add
source on Google