MARKET DATA
Internasional

Perang Makan Korban Baru, Tetangga RI Mulai Kerek Harga Avtur dan LPG

luc,  CNBC Indonesia
01 April 2026 14:43
Seorang pria memuat tabung LPG ke atas gerobak di sebuah gudang di tengah gangguan pasokan menyusul konflik AS-Israel dengan Iran, di Mumbai, India, 11 Maret 2026. (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Foto: Seorang pria memuat tabung LPG ke atas gerobak di sebuah gudang di tengah gangguan pasokan menyusul konflik AS-Israel dengan Iran, di Mumbai, India, 11 Maret 2026. (REUTERS/Francis Mascarenhas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bahan bakar pesawat alias avtur di India resmi naik di tengah gejolak krisis energi akibat perang di Timur Tengah. Namun, pemerintah menyatakan telah menahan kenaikan yang lebih besar agar biaya perjalanan udara tidak melonjak drastis.

Bahan bakar turbin aviasi atau aviation turbine fuel (ATF) merupakan komponen biaya utama bagi maskapai. Kenaikan berkelanjutan pada harga ATF berpotensi langsung diteruskan menjadi tarif tiket yang lebih mahal bagi penumpang.

Perusahaan kilang milik negara, Indian Oil Corporation, mengatakan harga ATF naik sebesar 8,5% di ibu kota Delhi, dengan kenaikan serupa terjadi di kota-kota besar lainnya.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Perminyakan India menegaskan bahwa kondisi pasar energi global yang luar biasa memicu lonjakan tersebut.

"Karena penutupan Selat Hormuz, dan situasi luar biasa di pasar energi global, harga ATF untuk pasar domestik diperkirakan meningkat lebih dari 100 persen pada 1 April," kata kementerian itu, Rabu (1/4/2026), dilansir AFP.

Adapun Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting bagi minyak dan gas dunia yang praktis lumpuh akibat perang di Timur Tengah. Gangguan tersebut mendorong lonjakan harga energi global.

Namun pemerintah India menyatakan hanya menerapkan kenaikan terbatas bagi maskapai domestik. "Kami hanya meneruskan kenaikan sebagian dan bertahap sebesar 25% kepada maskapai untuk melindungi biaya perjalanan domestik dari kenaikan besar harga internasional," kata kementerian.

Sebaliknya, rute internasional tidak mendapatkan perlindungan yang sama. "Rute perjalanan luar negeri akan membayar kenaikan penuh harga ATF sesuai dengan yang mereka bayarkan di bagian lain dunia," tambahnya.

Harga LPG Komersial Naik

Dampak kenaikan energi juga menjalar ke sektor lain. Harga liquefied petroleum gas (LPG) untuk kebutuhan komersial turut meningkat.

India merupakan pembeli gas alam cair (LNG) terbesar keempat di dunia dan pembeli LPG terbesar kedua, yang sebagian besar dipasok dari kawasan Timur Tengah. Ketergantungan tersebut membuat negara ini sensitif terhadap gejolak pasokan energi global.

Untuk LPG komersial, harga tabung gas 19 kilogram naik sekitar 200 rupee atau Rp36.000 rata-rata di empat kota utama, yakni Delhi, Kolkata, Mumbai, dan Chennai.

Meski demikian, pemerintah memastikan harga LPG rumah tangga tidak berubah dalam revisi kali ini, sehingga beban langsung terhadap konsumen domestik dapat ditekan.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Daftar Terbaru Harga LPG di Agen & Pengecer, Berlaku 17 November 2025


Most Popular
Features