MARKET DATA

Ekspor Capai US$ 22,1 M, Ini Barang RI yang Dicari Negara Lain!

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
01 April 2026 11:27
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Rabu (1/4/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Rabu (1/4/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja ekspor Indonesia masih mampu mengalami pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 1,01% dibanding Februari 2025. Nilainya menjadi US$ 22,17 miliar dari US$ 21,94 miliar.

Terdapat sejumlah komoditas andalan Indonesia yang terus dicari oleh pasar global, hingga membuat kinerja ekspor nasional masih terus tumbuh hingga kini. Terutama yang berasal dari ekspor industri pengolahan.

"Utamanya disebabkan oleh peningkatan nilai ekspor beberapa komoditasnya," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Untuk industri pengolahan sendiri, memang masih menjadi penopang utama ekspor Indonesia per Februari 2026, dengan nilai mencapai US$ 18,55 miliar. Sisanya pertambangan dan lainnya US$ 2,15 miliar, dan pertanian, kehutanan serta perikanan US$ 390 miliar.

Ekspor industri pengolahan Indonesia pada Februari 2026 dibanding Februari 2025 juga masih mengalami pertumbuhan sebesar 5,24%, sedangkan sektor lain justru merosot tajam, seperti pertambangan dan lainnya minus 18,16%, dan pertanian, kehutanan serta perikanan minus 31,45%.

Ateng mengatakan, komoditas utama penopang ekspor industri pengolahan hingga Februari 2026 di antaranya nikel, minyak kelapa sawit atau CPO, serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, hingga semi konduktor dan komponen elektronik lainnnya juga mengalami peningkatan.

"Sedangkan ekspor pertanian dan pertambangan lainnya ini justru mengalami penurunan," ucap Ateng.

(arj/mij) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BPS: Ekspor RI Tembus US$ 24,68 M, Tumbuh 11,41% di September 2025


Most Popular
Features