MARKET DATA

Pembatasan Angkutan Logistik Berakhir, Pelabuhan Ketapang Penuh Truk

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
01 April 2026 10:30
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan pelabuhan Gilimanuk, Bali. (Dok. Kemenhub)
Foto: Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan pelabuhan Gilimanuk, Bali. (Dok. Kemenhub)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah aspek krusial yang perlu diperbaiki untuk mengantisipasi kepadatan pada angkutan penyeberangan ke depan, salah satunya ialah pembatasan angkutan barang.

"Beberapa hal yang sudah kami petakan misalnya seperti konsistensi pemberlakuan SKB, serta penyediaan buffer zone yang harus lebih memadai, sehingga bisa mengatur flow dari kendaraan-kendaraan yang akan memasuki pelabuhan," kata Dudy dikutip Rabu (1/4/2026).

Evaluasi ini dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan pasca dibukanya kembali operasional kendaraan logistik. Langkah perbaikan tersebut akan menjadi fokus pemerintah agar pengelolaan arus kendaraan ke pelabuhan dapat berjalan lebih optimal dan terukur.

"Langkah-langkah perbaikan terkait hal tersebut juga akan menjadi perhatian kami, supaya arus kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan bisa lebih diatur ke depannya," ujar Dudy.

Di tengah evaluasi tersebut, lonjakan arus kendaraan logistik mulai terasa di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, setelah pembatasan operasional truk saat periode mudik Lebaran resmi berakhir. Dampaknya, antrean kendaraan menuju pelabuhan mengular hingga belasan kilometer.

Pantauan di lapangan menunjukkan arus kendaraan dari arah utara menuju Pelabuhan Ketapang terpantau padat di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Antrean bahkan diperkirakan mencapai sekitar 12 kilometer, dengan dominasi truk logistik, disusul bus dan kendaraan pribadi.

Kondisi ini terjadi seiring dibukanya kembali operasional kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang sebelumnya dibatasi selama periode mudik. Kebijakan pembatasan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Bersama lintas kementerian yang berlaku pada 13-29 Maret 2026.

"Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan," kata Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marcian Rabu (1/4/2026).

Karenanya regulator dan operator kapal kemudian melakukan penyesuaian layanan untuk meredam kepadatan. Sejumlah langkah diterapkan mulai dari optimalisasi pola operasional hingga penambahan armada kapal.

Secara operasional, tercatat sebanyak 36 kapal dikerahkan untuk melayani penyeberangan di lintasan tersebut. Dari jumlah itu, 10 kapal di Dermaga 4 menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat. Selain itu, enam kapal tambahan juga dioperasikan untuk memperkuat layanan.

Di sisi darat, pengaturan arus kendaraan difokuskan pada optimalisasi buffer zone, khususnya di area Bulusan. Skema ini berfungsi sebagai kantong parkir sementara untuk menahan laju kendaraan sebelum masuk ke pelabuhan.

"Kami mengoptimalkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jasa lainnya," tambahnya.

Data di lapangan menunjukkan waktu tempuh kendaraan dari pintu masuk menuju dermaga berkisar antara 15 hingga 30 menit.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada akhir Maret 2026 atau H+8 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 56.197 orang, naik 5,2% dibandingkan periode sebelumnya. Sementara total kendaraan tercatat sebanyak 17.608 unit atau meningkat 2,1%.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+8, total penumpang yang menyeberang mencapai 624.717 orang dengan jumlah kendaraan sebanyak 171.921 unit.

Dari sisi reservasi, tercatat sebanyak 183.810 kendaraan telah memesan tiket melalui platform Ferizy. Dari jumlah tersebut, 171.921 kendaraan sudah terlayani, sementara sekitar 11.889 kendaraan lainnya diperkirakan masih akan menyeberang hingga H+10.

(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengusaha Truk Pasrah Ada Aturan Baru Ini, Total Kerugian Segini


Most Popular
Features