Genjot Hilirisasi Batu Bara, PTBA Bakal Garap Proyek DME-Gas Sintetis

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 19:35 WIB
Foto: PTBA/Bukitasam.co.id

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menegaskan komitmennya dalam pengembangan hilirisasi batu bara sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan energi kelas dunia.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan, pada 2030 perusahaan menargetkan mulai menginisiasi komersialisasi hilirisasi batu bara guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Setidaknya, PTBA akan fokus pada tiga sektor utama, yakni hilirisasi batu bara, penguatan infrastruktur dan logistik batu bara, serta pengembangan bisnis pembangkit listrik, baik berbasis PLTU maupun Energi Baru Terbarukan (EBT).


"Ketiga arah pengembangan perusahaan ini menjadi bentuk komitmen kami dalam tentunya mendukung asta cita pemerintah untuk kemandirian energi nasional," ungkap Arsal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu proyek strategis yang tengah dikembangkan adalah hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Proyek ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Dalam proyek ini, nantinya PTBA akan mengolah sekitar 6,9 juta ton batu bara kalori rendah per tahun untuk menghasilkan sekitar 1 juta ton DME.

"Dalam skema ini nantinya PTBA tentunya sebagai operator pabrik sekaligus coal supply dan nantinya bekerja sama dengan Pertamina yang akan menjadi offtaker dari DME yang kami hasilkan," kata dia.

Selain DME, PTBA juga mengembangkan proyek coal to synthetic natural gas (SNG) sebagai alternatif pasokan gas, khususnya untuk wilayah Sumatera Selatan dan Jawa Bagian Barat.

Pada proyek tersebut, PTBA akan memanfaatkan sekitar 9 juta ton batu bara kalori rendah per tahun dengan kapasitas produksi mencapai 240 BBTUD syngas.

Adapun, dalam skema pengembangannya, PTBA akan membentuk joint venture dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang juga akan menjadi off-taker 100% dari SNG yang dihasilkan.

"Saat ini kami sudah melakukan tanda tangan head of agreement antara PTBA dan PGN untuk pengembangan proyek coal to synthetic natural gas yang nantinya dilanjutkan dengan pelaksanaan joint study feasibility study bersama konsultan," ujarnya.


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Pemerintah Siapkan 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp 239 T