Warga RI Jangan Panik! Distribusi BBM Nasional Dipastikan Tetap Aman

Verda Nano Setiawan , CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 11:15 WIB
Foto: COO Danantara, Dony Oskaria saat mengikuti Rapat Koordinasi dengan Pimpinan DPR RI terkait Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengaturan (BP) BUMN memastikan ketahanan energi nasional serta kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia tetap terjaga. Hal tersebut terungkap saat Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Patra Niaga, subholding downstream PT Pertamina (Persero).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kondisi pasokan energi nasional serta strategi menjaga stabilitas distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.



"Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara aman, merata, dan berkelanjutan," tulis BP BUMN, dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa (31/3/2026).

BP BUMN juga menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor energi sebagai fondasi penting dalam menjaga aktivitas ekonomi dan pelayanan publik bagi masyarakat.

Foto: PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memastikan pendistribusian BBM di wilayah Medan dan sekitarnya berjalan lancar. Upaya optimalisasi pendistribusian dan pengaturan operasional SPBU selama 24 jam yang dilakukan sejak Minggu (30/11), telah mengurai antrean, dan layanan mulai kembali normal. (Dok. PT Pertamina Patra Niaga)
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memastikan pendistribusian BBM di wilayah Medan dan sekitarnya berjalan lancar. Upaya optimalisasi pendistribusian dan pengaturan operasional SPBU selama 24 jam yang dilakukan sejak Minggu (30/11), telah mengurai antrean, dan layanan mulai kembali normal. (Dok. PT Pertamina Patra Niaga)



Sebagaimana diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) mengimpor sebanyak 135,33 juta barel minyak mentah sepanjang 2025. Dari total tersebut, sekitar 19% atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi.




Sementara, sisanya dipasok dari berbagai negara, termasuk kawasan Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, serta sejumlah negara lainnya. Selain impor minyak mentah, Indonesia juga menjalin kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk bahan bakar minyak (BBM).

Adapun, di tengah dinamika geopolitik global, pemerintah mulai mengkaji diversifikasi sumber impor minyak mentah guna mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah.


(ven/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Pemerintah Siapkan 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp 239 T