Perang Timteng Bikin Harga Poliester Naik, Pengusaha Tekstil Teriak
Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengaku, perang di Timur Tengah yang masih berlangsung antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran ikut berpengaruh pada industri tekstil. Government Relations API, Geraldi Halomoan mengatakan, industri tekstil ikut terdampak karena bahan baku pakaian yang menggunakan poliester.
Ia memaparkan, bahan baku poliester berasal dari turunan minyak bumi. Sehingga, kenaikan harga minyak bumi ikut mempengaruhi operasional industri.
"Kalau misalnya minyak bumi ini harganya naik karena ada perang Timur Tengah, ya otomatis harga poliester di dalam negeri juga akan meningkat," ujarnya usai rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan baku poliester yang meliputi paraxylene (PX), polyethylene terephthalate (PET) hingga monoethylene glycol (MEG) sangat dibutuhkan di dalam negeri.
"Terutama kebutuhan daripada poliester itu bukan kebutuhan yang sedikit. Tapi banyak karena pakaian-pakaian kita pada umumnya itu memang dari poliester. Dan poliester ini maksudnya nggak bahan baju kita poliester tapi misalnya poliester dicampur tapas, poliester dicampur rayon Jadi memang kebutuhan poliester itu cukup tinggi," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, Ia juga mengungkapkan kekhawatiran pelaku usaha tekstil juga dipengaruhi oleh biaya logistik yang sangat dipengaruhi oleh Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Tapi kalau (dampak) tidak langsung misalnya contoh untuk menggerakkan logistik, kita kan butuh bensin dan segala macamnya Itu akan sangat mengganggu kinerja dan produktivitas di Indonesia," tutupnya.
(rob/wur) Add
source on Google