Dampingi Prabowo ke Jepang, Bahlil: Kita Percepat Proyek Rp300 Triliun

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 09:35 WIB
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan ke Jepang pada Minggu (29/3) untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara. (Tangkapn layar instagram)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan dua agenda utama yang ditugaskan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Jepang kali ini.

Kegiatan utamanya adalah percepatan realisasi investasi jumbo di Lapangan Abadi, Blok Masela serta mendorong masuknya modal untuk proyek-proyek transisi energi.

Bahlil menjelaskan bahwa dirinya memfasilitasi pertemuan antara Presiden Direktur Inpex Corporation dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memberikan arahan agar proyek gas raksasa yang telah mangkrak selama puluhan tahun itu segera dieksekusi.


"Presiden mengharapkan agar proyek ini bisa cepat diimplementasikan. Dan tahun ini di 2026, tender EPC-nya (Engineering, Procurement, and Construction) akan kita lakukan dan FID-nya (Final Investment Decision) juga akan selesai, dan kita minta ini harus dipercepat," ungkap Bahlil melalui akun Instagram @melangkahdaritimur, dikutip Selasa (31/3/2026).

Bahlil memaparkan bahwa nilai investasi proyek Blok Masela tercatat mencapai US$ 20,9 miliar atau sekitar Rp 300 triliun lebih.

Angka tersebut mengalami pembengkakan dari estimasi Plan of Development (POD) sebelumnya yang sebesar US$ 20 miliar karena adanya penambahan fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) senilai US$ 1 miliar, serta potensi penyesuaian biaya akibat dinamika geopolitik global.

Pemerintah memperhatikan proyek ini karena kapasitas produksinya yang tergolong raksasa (giant), yakni produksi gas mencapai 1.200 MMSCFD.

Bahlil optimistis beroperasinya Blok Masela akan memperkuat ketahanan energi nasional dan memposisikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama gas di dunia.

"Ini diharapkan kemarin saya minta untuk kalau market belum clear itu dibeli semua oleh Danantara, dalam hal ini supaya kita memperkuat hilirisasi dalam negeri," tegas Bahlil.

Selain mengawal proyek Blok Masela, agenda kedua yang dibawa Bahlil ke Jepang adalah memastikan percepatan investasi di sektor transisi energi.

Pemerintah tengah gencar menawarkan seluruh potensi energi baru terbarukan (EBT) di luar energi fosil untuk memitigasi risiko ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi pasokan energi global.

"Kita lagi dorong untuk pergunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya. Kenapa? Karena geopolitik ini kita nggak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau angin, mau air, mau matahari, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong," tandasnya.


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bangun Proyek Gas Jumbo Rp 352 T, Inpex Minta Insentif Ini