Viral Harga BBM Subsidi Solar-Pertalite Naik 1 April, ESDM: Itu Salah!

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Senin, 30/03/2026 16:45 WIB
Foto: Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan roda dua pada salah satu SPBU di Jakarta, Senin (18/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal isu harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite dan Solar yang naik pada April 2026 ini. Dapat dipastikan, bahwa harga BBM subsidi tersebut tidak akan mengalami kenaikan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi setelah tanggal 31 Maret 2026.

"Tidak ada kenaikan BBM subsidi. (Harga) tetap," kata Laode kepada CNBC Indonesia saat dihubungi, Senin (30/3/2026).


Sebagaimana diketahui, beredar isu di masyarakat, baik melalui media sosial seperti TikTok, Instagram ataupun yang beredar di jaringan komunikasi seperti WhatsApp, mengenai proyeksi harga BBM yang akan berlaku setelah bulan Maret 2026 usai.

Dalam narasi yang beredar, harga BBM subsidi seperti Pertalite mencapai Rp 14.000 per liter dari yang sekarang berlaku sebesar Rp 10.000 per liter. Pada jenis Solar Subsidi harga diproyeksikan mencapai Rp 9.500 per liter dari yang saat ini berlaku sebesar Rp 6.800 per liter.

Sedangkan untuk BBM jenis Pertamax diproyeksikan akan naik menjadi Rp 16.500 per liter dari yang berlaku sekarang Rp 12.300 per liter.

Dengan begitu, Laode menegaskan informasi soal harga BBM yang beredar tersebut merupakan informasi yang salah. "Info yang salah," tegasnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perang Bikin Harga Minyak & Inflasi Naik - Beban APBN Meningkat