Video: Perang Mengancam, Inflasi Diramal Meroket-Suku Bunga Bisa Naik
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah Perang Amerika Serikat, Israel melawan Iran yang mengerek harga minyak dunia hingga momen Lebaran dan bulan puasa, inflasi Indonesia di Maret 2026 diprediksi akan meningkat.
Economist CNBC Indonesia, Maesaroh menyebutkan kondisi kenaikan inflasi sudah terjadi sejak Februari 2026 seiring dengan masa bulan Ramadan, sementara di Maret tekanan akan meningkat ke kisaran 0,3-0,4% (mtm). Dimana inflasi bahan makanan akan menjadi pendorong hingga sektor jasa dan harga tiket pesawat.
Selain itu lonjakan harga minyak mentah dunia akan mengerek harga BBM Non-subsidi hingga adanya kemungkinan kenaikan harga BBM Subsidi karena terkait kemampuan APBN menahan tekanan harga minyak.
Perkembangan data ekonomi hingga kenaikan inflasi ini bisa mempengaruhi kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral, Bahkan The Fed diramal bisa menaikkan suku bunga jika tekanan ekonomi semakin meningkat. Sementara Bank Indonesia kebijakan BI Rate juga akan terkait kebijakan harga BBM hingga posisi nilai tukar Rupiah sehingga ada kemungkinan akan mengikuti kebijakan The Fed
Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Economist CNBC Indonesia, Maesaroh dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 30/03/2026)
Add
source on Google