Waspada! Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Badan Geologi Buka Suara

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Senin, 30/03/2026 09:20 WIB
Foto: Seorang petugas melakukan pemantauan gempa di di pos pengamatan gunung Merapi di Yogyakarta, Indonesia, Jumat (30/6/2023). (AP Photo/Slamet Riyadi))

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet per 29 Maret 2026. Meski begitu, status gunung api tertinggi di Jawa Tengah itu masih berada pada Level II atau Waspada.

Gunung Slamet merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian sekitar 3.432 meter di atas permukaan laut. Adapun, gunung ini berada di lima kabupaten yakni Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga.

Berdasarkan catatan Badan Geologi, erupsi terakhir Gunung Slamet terjadi pada periode Maret-September 2014 berupa erupsi abu disertai semburan lava. Kemudian pada periode September-Oktober 2023, terjadi peningkatan aktivitas kegempaan yang diikuti oleh kenaikan amplitudo tremor.


Peningkatan tremor yang berlangsung secara berkelanjutan, disertai kemunculan tremor harmonik berdurasi panjang, mengindikasikan adanya peningkatan kembali aktivitas vulkanik Gunung Slamet. Kondisi ini berkaitan dengan pemanasan fluida serta aktivitas hembusan yang terjadi pada kedalaman dangkal.

"Sehubungan dengan kondisi tersebut, terhitung sejak tanggal 19 Oktober 2023 status aktivitas Gunungapi Slamet ditetapkan pada Level II (Waspada)," tulis Badan Geologi, dikutip Senin (30/3/2026).

Selanjutnya pada Mei 2024, terekam peningkatan Gempa Vulkanik Dalam yang mengindikasikan suplai magma ke arah permukaan, diikuti oleh peningkatan gempa dangkal dan tremor menerus hingga akhir 2024.

Hingga saat ini, aktivitas seismik Gunungapi Slamet masih bersifat fluktuatif, didominasi oleh gempa frekuensi rendah dan tremor menerus, tanpa disertai erupsi maupun perubahan visual yang signifikan.

Data kegempaan periode tanggal 16-28 Maret 2026, yaitu terekam 541 kali Gempa Hembusan, 421 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 7 kali Gempa Tektonik Jauh, Tremor Menerus dengan amplitudo 1 mm, dominan 0.5 mm.

Kejadian gempa frekuensi rendah di G. Slamet terekam secara fluktuatif. Sejak 22 Maret 2026, aktivitas ini menunjukkan peningkatan, yang kemudian rekaman menjadi semakin tegas dan menerus sejak tanggal 27 Maret 2026 hingga saat ini.

Gempa-gempa berfrekuensi rendah ini terekam secara teratur dengan amplitudo dan durasi yang relatif seragam, berasosiasi dengan adanya peningkatan aktivitas gas magmatik.

Dari pemantauan deformasi, pengukuran jarak menggunakan EDM menunjukkan pola memanjang (deflasi) serentak, yang mengindikasikan magma telah melewati reflektor dan kemungkinan berada pada posisi yang dangkal/ lebih tinggi dari lokasi stasiun dan dari pemantauan kemiringan dengan tiltmeter menunjukkan penurunan (deflasi) pada sumbu radial St. Cilik dan kenaikan (inflasi) di St. Bambangan, yang mengindikasikan adanya migrasi magma dari kedalaman (sekitar St. Cilik) menuju kedalaman yang lebih dangkal (arah St. Bambangan).

Hasil pengamatan dan analisis data-data pemantauan masih menunjukkan adanya peningkatan tekanan di bawah tubuh Gunungapi Slamet, yang memicu munculnya gempagempa dangkal, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi.

Hingga tanggal 29 Maret 2026 tingkat aktivitas Gunungapi Slamet masih ditetapkan pada Level II (Waspada), dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/ beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunungapi Slamet.

Pengamatan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) atau Pos Pengamatan Gunungapi Slamet di Desa Gambuhan, Gajah Nguling, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dengan nomor telp. 0823-2913-0149.

Tingkat aktivitas Gunungapi Slamet akan segera ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ahmad Luthfi Lepas Mudik Gratis Moda Kereta Api