Polisi mengeluarkan perintah pembubaran dan melakukan penangkapan beberapa jam setelah ribuan orang berkumpul untuk demonstrasi besar-besaran 'No Kings' di pusat kota Los Angeles (LA), Amerika Serikat. Polisi juga sempat menggunakan gas air mata, Minggu (29/3/2026). (REUTERS/John Rudoff)
Departemen Kepolisian Los Angeles berada dalam Siaga Taktis pada Sabtu (28/3/2026) malam. Polisi setempat memblokir jalan dan menangkap orang-orang yang menolak untuk bubar. (REUTERS/John Rudoff)
Setelah unjuk rasa dan pawai damai berakhir, kekacauan terjadi di luar Pusat Penahanan Federal. Lokasi ini merupakan tempat banyak bentrokan antara pengunjuk rasa dan agen federal terjadi sejak dimulainya penindakan imigrasi pemerintahan Trump tahun lalu. (REUTERS/John Rudoff)
Untuk mengantisipasi kerumunan, kru Caltrans pada Jumat (27/3/2026) telah memasang gerbang keamanan di sepanjang jalan masuk dan keluar menuju Jalan Tol 101 di pusat kota. Selama protes 'No Kings' sebelumnya di pusat kota Los Angeles, beberapa peserta pindah ke jalur jalan tol dan memblokir lalu lintas. (REUTERS/John Rudoff)
Aksi protes dijadwalkan di berbagai kota di California Selatan, tetapi yang terbesar diadakan di Gloria Molina Grand Park, di seberang Balai Kota, di pusat kota Los Angeles. Adapun jutaan orang di seluruh negeri dilaporkan melakukan aksi yang sama sehingga menjadikan demonstrasi ini sebagai salah satu yang terbesar sepanjang sejarah. (REUTERS/John Rudoff)
Beberapa orang kemudian melemparkan tabung asap kembali ke petugas. Setidaknya, sembilan orang ditangkap, termasuk karena mereka melempar benda-benda ke polisi. (REUTERS/John Rudoff)