Iran Sebut Hantam 500 Tentara AS di Dubai: Siap-Siap Dijadikan Kuburan
Jakarta, CNBC Indonesia - Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengklaim bahwa lebih dari 500 personel tentara Amerika Serikat (AS) menjadi korban akibat serangan balasan dari angkatan bersenjata Iran, di Dubai.
Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbia Iran, Ebrahim Zolfaghari melaporkan bahwa terdapat korban jiwa yang cukup banyak di antara lebih dari 500 personel militer AS akibat serangan balasan Iran.
"Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa pasukan Amerika yang menyerang, akibat serangan menentukan dari Angkatan Bersenjata (Iran) dan penghancuran pangkalan-pangkalan mereka di wilayah tersebut, telah melarikan diri dan bersembunyi di luar pangkalan-pangkalan mereka," kata Ebrahim Zolfaghari mengutip Tasnim News, Minggu (29/3/2026).
"Dalam beberapa jam terakhir, dua tempat persembunyian mereka teridentifikasi, dengan lebih dari 400 orang di tempat persembunyian pertama dan lebih dari 100 orang di tempat persembunyian kedua di Dubai, keduanya menjadi sasaran rudal presisi dan drone dari Pasukan Udara dan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) yang gagah berani, yang mengakibatkan korban jiwa yang sangat berat bagi mereka," tambahnya.
Menurut Ebrahim Zolfaghari, ambulans telah sibuk mengangkut jenazah dan prajurit Amerika yang terluka selama berjam-jam.
"Trump dan para komandan tentara Amerika harus sepenuhnya memahami bahwa kawasan ini akan berubah menjadi kuburan bagi prajurit Amerika, dan mereka tidak akan punya pilihan selain menyerah pada kehendak ilahi rakyat yang heroik dan para pejuang Islam yang gagah berani," ungkap Juru Bicara tersebut.
Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan serangan militer berskala besar tanpa provokasi terhadap Iran menyusul pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara besar-besaran terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, yang mengakibatkan korban jiwa yang signifikan dan kerusakan luas pada infrastruktur.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi balasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah yang diduduki serta pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.
(pgr/pgr) Add
source on Google