Internasional

Sebulan Serangan ke Iran, Menlu AS Bilang Perang Beres Hitungan Minggu

Thea Arbar, CNBC Indonesia
Sabtu, 28/03/2026 12:15 WIB
Foto: Marco Rubio. (AP Photo/Mark Schiefelbein, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) memperkirakan operasi militernya terhadap Iran dapat rampung dalam hitungan minggu tanpa perlu pengerahan pasukan darat. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio usai pertemuan dengan para Menlu G7 di Prancis, Jumat (27/3/2026).

Rubio mengatakan, jalannya operasi militer saat ini berjalan sesuai rencana, bahkan lebih cepat dari jadwal awal.

"Kami sesuai atau bahkan lebih cepat dari jadwal dalam operasi ini, dan berharap dapat menyelesaikannya dalam hitungan minggu, bukan bulan," ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Sabtu (28/3/2026).


Meski demikian, ia mengakui AS tetap menyiagakan sejumlah pasukan di kawasan untuk memberikan fleksibilitas strategi bagi Presiden Donald Trump jika situasi berubah.

"Pasukan dikerahkan untuk memberi presiden opsi maksimal dalam menyesuaikan kemungkinan yang terjadi," tambahnya.

Di sisi lain, eskalasi konflik masih terus berlangsung. Serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi dilaporkan melukai sedikitnya 12 tentara AS, termasuk dua orang yang mengalami luka serius. Serangan tersebut melibatkan rudal dan drone, serta merusak sejumlah pesawat pengisian bahan bakar udara.

Washington juga telah mengirim ribuan Marinir ke kawasan Timur Tengah, memicu kekhawatiran konflik dapat meluas menjadi perang darat berkepanjangan.

Ketegangan ini turut berdampak pada perdagangan global, terutama jalur energi di Selat Hormuz. Rubio memperingatkan kemungkinan Iran akan membatasi akses jalur tersebut, dan meminta negara-negara Eropa serta Asia ikut berkontribusi menjaga keamanan rute vital tersebut.

Konflik yang dimulai sejak 28 Februari 2026 lalu telah mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah Brent tercatat menyentuh US$112 per barel, atau sekitar Rp1,79 juta, naik lebih dari 50% sejak perang dimulai. Sementara itu, harga solar di California mencapai rekor tertinggi US$7,17 atau sekitar Rp114.700 per galon.

Presiden AS Donald Trump disebut mendorong penyelesaian diplomatik di tengah tekanan politik domestik akibat lonjakan harga energi. Ia bahkan memberikan tenggat tambahan 10 hari bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur energinya.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengungkapkan Washington berharap dapat segera menggelar pertemuan dengan Iran dalam waktu dekat. Proposal damai yang diajukan mencakup tuntutan penghentian pengayaan uranium dan penyerahan sekitar 10.000 kg material uranium yang telah diperkaya.

Namun, Iran belum memberikan keputusan atas proposal tersebut. Seorang pejabat senior Iran menyebut serangan berkelanjutan di tengah upaya diplomasi sebagai tindakan yang "tidak dapat ditoleransi".

Secara keseluruhan, konflik ini telah menewaskan lebih dari 1.900 orang di Iran dan melukai sekitar 20.000 lainnya. Gangguan besar pada pasokan energi global juga meningkatkan risiko inflasi dan perlambatan ekonomi dunia.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perang Ancam Pasokan Pangan, Apa Kabar Nasib Impor Kedelai RI?