Halau Tekanan Global, Bahlil-Purbaya Cari Sumber Pendapatan Baru RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkoordinasi meramu kebijakan baru untuk menghasilkan pendapatan baru buat negara. Hal ini upaya pemerintah menghadapu ketidakpastian atas tekanan ekonomi global saat ini.
Bahlil mengungkapkan bahwa salah satu alternatif sumber pendapatan yang sedang dirumuskan adalah pengenaan bea keluar. Diantaranya menyasar produk hasil hilirisasi mineral, seperti Nickel Pig Iron (NPI), serta komoditas batu bara.
"Karena kita dalam kondisi negara seperti ini kan kita harus banyak mencari alternatif-alternatif sumber-sumber pendapatan. Salah satu di antaranya karena kita dorong untuk pengenaan pajak ekspor terhadap hasil hilirisasi. Seperti NPI produk daripada nikel lagi kita menghitung formulasi daripada pengenaan pajaknya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Dia menegaskan sepakat dengan Purbaya mengenai urgensi pencarian sumber penerimaan baru yang dapat diandalkan oleh kas negara di tengah situasi geopolitik saat ini.
"Saya setuju dengan Kemenkeu bahwa penting untuk kita mencari sumber-sumber pendapatan negara yang baik dalam rangka menghadapi tekanan global yang semakin hari, semakin tidak ada yang bisa menentukan," tambahnya.
Meski demikian, Bahlil memastikan penerapan pajak ekspor, khususnya untuk batu bara, tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Rencana awal pengenaan yang sempat diisukan berlaku pada awal bulan ini ditunda karena pemerintah masih harus mematangkan rincian teknisnya.
Penundaan tersebut didasari oleh fakta bahwa mayoritas produksi batu bara Indonesia merupakan kalori rendah. Menurut Bahlil, batu bara berkalori tinggi yang harganya mahal hanya mencakup 10% dari total produksi. Sementara 60-70% sisanya adalah batu bara berkalori rendah.
"Untuk ekspor batu bara, kami memutuskan bahwa dalam rangka untuk lebih berhati-hati. Kita setuju untuk meningkatkan pendapatan negara, tapi juga kita harus hati-hati dalam penerapan pajak ekspor. Jadi jangan sampai kita salah membuat kebijakan," jelas Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memastikan bahwa komunikasi kedua kementerian berjalan lancar dan aturannya akan segera diterbitkan setelah kajian selesai.
"Kami tadi baru komunikasi ya. Jadi jangan peta konflik saya dengan Pak Purbaya ya. Masih dalam komunikasi," pungkasnya.
(pgr/pgr) Add
source on Google