Prabowo Percepat Konversi Motor Listrik, Pengusaha: Kami Siap!
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri sepeda motor listrik menyatakan kesiapan untuk mendukung program konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi listrik. Namun, pelaku usaha masih menunggu kejelasan target dari pemerintah.
Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pemerintah terkait rencana tersebut.
"Dari AISMOLI, kami sudah membuat surat dan menyampaikan bahwa kami siap menjadi mitra pemerintah untuk program konversi," kata Budi kepada CNBC Indonesia, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa saat ini sudah ada sejumlah perusahaan yang fokus pada bisnis konversi motor listrik, termasuk penyedia mesin dan jaringan bengkel.
"Sudah ada beberapa perusahaan yang memang mendedikasikan bisnisnya untuk konversi saja," ujarnya.
Adapun proses konversi dilakukan dengan mengganti mesin berbahan bakar menjadi motor listrik, sehingga kendaraan lama tetap bisa digunakan.
"Motor lama mesinnya dibongkar, kemudian diganti dengan mesin listrik," jelasnya.
Sedangkan jaringan bengkel konversi saat ini sudah mulai berkembang, bahkan hingga ke luar negeri.
"Ada yang jaringan workshop-nya sampai ke seluruh Indonesia, bahkan ke Vietnam," ungkapnya.
Namun, ia mengakui bahwa sebagian pelaku usaha masih bergantung pada komponen impor, terutama untuk mesin listrik.
"Untuk yang skala kecil, masih banyak yang ketergantungan dengan impor," katanya.
Dalam implementasinya, program konversi membutuhkan dukungan regulasi yang jelas, termasuk perizinan bengkel dan sertifikasi kendaraan. Bengkel konversi harus memiliki izin resmi agar kendaraan hasil konversi bisa mendapatkan dokumen legal.
"Izin dari Kementerian Perhubungan diperlukan untuk mendapatkan SRUT, yang nanti jadi dasar pengurusan STNK," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penentuan target oleh pemerintah agar industri bisa menyesuaikan kapasitas produksi.
"Target dari pemerintah itu penting, supaya kita bisa konsolidasi kemampuan industri per tahun atau per bulan," katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara pabrikan dan pelaku konversi akan menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Pabrikan juga sudah mulai menyiapkan skema bisnis untuk ikut konversi," sebut Budi.
(fys/wur) Add
source on Google