IMF Siapkan Bantuan Darurat Bagi Negara yang Kena Efek Perang Iran

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 26/03/2026 15:30 WIB
Foto: IMF/ Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional (IMF) tengah melakukan kajian terhadap negara-negara mana saja di dunia yang mungkin membutuhkan bantuan darurat jika konflik Israel-Hamas meningkat menjadi perang regional dengan Iran.

Mengutip Reuters dan Bloomberg, sebuah laporan mengatakan bahwa IMF telah meminta meja kerja negaranya untuk berbagi analisis tentang berbagai bidang, mulai dari status neraca transaksi berjalan hingga potensi kebutuhan pendanaan. Penilaian ini dilaporkan berfokus pada negara-negara dengan program pembiayaan aktif dari IMF.


Analisis IMF tersebut disebutkan bertujuan untuk mengidentifikasi kerentanan dan mempersiapkan potensi respons jika konflik Timur Tengah mengganggu stabilitas ekonomi global.

Hal yang sama dilakukan dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan akan menyalurkan paket dukungan keuangan untuk membantu anggotanya yang termasuk dalam negara-negara berkembang untuk menjaga stabilitas dari dampak ekonomi dan keuangan akibat konflik di Timur Tengah.

Presiden ADB Masato Kanda mengatakan bahwa paket dukungan tersebut merupakan pembiayaan perdagangan dan rantai pasokan untuk mengamankan impor barang-barang penting, termasuk minyak.

‎"ADB akan memberikan bantuan yang cepat, fleksibel, dan terukur untuk membantu negara-negara mengelola tekanan langsung dan memperkuat ketahanan jangka panjang, terutama dukungan anggaran yang cepat dicairkan serta pembiayaan perdagangan dan rantai pasokan untuk mengamankan impor barang-barang penting, termasuk minyak," kata Presiden ADB Masato Kanda dikutip dari pengumuman ADB pada Rabu (25/3/2026).

"Ini didasarkan pada rekam jejak kami yang kuat dalam mendukung Asia dan Pasifik melalui periode ketidakpastian global," lanjutnya.

‎ADB mengatakan memiliki sumber daya yang cukup untuk melindungi operasi yang ada dan yang direncanakan, sekaligus memperluas dukungan darurat sesuai dengan kebutuhan negara-negara berkembang, termasuk memanfaatkan cadangan pinjaman kontra-sikliknya.

ADB pun telah menyiapkan dua kegiatan dalam aplikasi program dukungan pembiayaan ke negara-negara berkembang dalam menjaga stabilitas ekonomi di saat global bergejolak.

Pertama, penyaluran dukungan anggaran yang cepat untuk membantu negara-negara berkembang yang menghadapi tekanan fiskal yang meningkat, terutama penggunaan Fasilitas Dukungan Kontrasiklikal bank untuk membantu pemerintah menstabilkan perekonomian mereka dan mengurangi dampak guncangan terhadap kehidupan dan mata pencaharian mereka yang paling berisiko.

‎Kedua adalah Program Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasokan (TSCFP) ADB, yang mendukung sektor swasta untuk memastikan impor penting, termasuk energi dan pangan, terus mengalir.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Dunia, Melambat ke 3,2% di 2027