Purbaya Ungkap Efisiensi Anggaran Bakal Dilakukan 3 Tahap
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan menjalankan skema efisiensi anggaran pada tahun ini dalam tiga tahap. Efisiensi ini dilakukan sebagai strategi antisipasi dampak rambatan tekanan ekonomi akibat perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Skema efisiensi ini diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat halal bihalal dengan pewarta di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
"Kan tahap satu, tahap dua, tahap tiga kita jalankan nanti," kata Purbaya sebagaimana dikutip Kamis (26/3/2026).
Purbaya mengatakan, nilai efisiensi anggaran yang telah dirancang sesuai dengan pernyataan Menteri Sekertaris Negara Prasetyo Hadi saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam program Presiden Prabowo Menjawab di Hambalang pada Selasa (17/3/2026). Efisiensi itu senilai Rp 81 triliun.
Dengan strategi efisiensi ini, Purbaya memastikan pemerintah dapat menjaga stabilitas fiskal dengan defisit di kisaran bawah batas aman Undang-Undang Keuangan Negara 3% dari produk domestik bruto (PDB). Adapun target defisit APBN 2026 sebesar 2,68% PDB.
"Yang jelas anggarannya sudah clear. Jadi APBN saya bisa dikendalikan, enggak tembus 3%," tegas Purbaya.
Sebagai informasi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, total efisiensi atau penghematan anggaran yang telah dirancang untuk APBN 2026 senilai Rp 81 triliun. Ditambah dengan nilai relokasi anggaran yang sudah disisir sebesar Rp 800 triliun.
"Sudah dapat Rp 80 triliun. Di luar yang sudah kita realokasi. Total kurang lebih US$ 70 miliar. Yang sudah direalokasi kurang lebih mencapai Rp 800 triliun, di luar itu bapak perintahkan efisiensi kembali sudah dapat sekitar Rp 81 triliun," ungkap Prasetyo kepada Prabowo.
(arj/haa) Add
source on Google