Purbaya Blak-blakan Soal Coretax: Salah Desain-Wajib Pajak Kebingungan

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Rabu, 25/03/2026 19:55 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku banyak wajib pajak yang mengeluhkan layanan sistem Coretax yang susah dipahami ketika hendak melaporkan SPT pajak tahunannya.

Menurutnya, permasalahan Coretax berada pada desain yang salah dan perangkat lunak yang masih belum mendukung.

"Pertama salah desain. Dengan program baru, kenapa sulit dipakai? Rupanya salah satu kelemahannya adalah Anda tahu ada service jasa software atau aplikasi yang menghubungkan Coretax dengan nasabah? Itu kalah cepat kalau pakai itu," ungkap Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).


Purbaya mengungkapkan, pihak Direktorat Jenderal Pajak akan terus melakukan perbaikan terhadap Coretax. Terutama, terkait kecepatan memproses data dalam sistem.

Tak hanya itu, Purbaya mengaku perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi secara intensif kepada para wajib pajak agar lebih paham akan istilah perpajakan yang digunakan dalam sistem Coretax.

"Untuk software Coretax sendiri nanti kita perbaiki terus, di sini kan ada tim untuk itu. Kalau keluhannya wajib pajak tidak bisa mengerti, susah memahami misalnya bahasanya (Coretax) itu tidak bisa dibetulkan cepat, tapi kita akan perbaiki lagi," ujarnya.

Di sisi lain, Purbaya berpandangan bahwa saat ini sistem Coretax sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tapi tidak seburuk sebelumnya kan, sudah membaik, kita betulin terus," ujarnya.


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bayar Zakat, Pajak Berkurang?