Serangan Drone Iran Hantam Tangki BBM, Bandara Kuwait Kebakaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan pesawat nirawak kembali mengguncang kawasan Teluk ketika sebuah tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait dihantam drone pada Rabu (25/3/2026), memicu kebakaran di tengah meningkatnya eskalasi konflik regional yang telah berlangsung hampir empat minggu.
Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait, mengutip informasi awal, mengatakan dalam pernyataan yang dipublikasikan secara daring bahwa serangan itu hanya menyebabkan kerusakan "terbatas" dan tidak ada korban. Kebakaran yang muncul akibat hantaman drone langsung ditangani petugas pemadam.
Juru bicara lembaga tersebut, Abdullah Al-Rajhi, mengatakan petugas pemadam kebakaran sedang bekerja untuk mengendalikan api. "Petugas pemadam kebakaran sedang bekerja untuk mengendalikan kobaran api," ujarnya, dilansir AFP.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB menyebut pihaknya meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika Serikat di Kuwait, Yordania, dan Bahrain, serta target di Israel.
Garda Nasional Kuwait menyatakan bahwa pasukannya berhasil mencegat enam drone pada Rabu dini hari. Militer negara itu juga mengatakan sistem pertahanan udara sedang "merespons serangan rudal dan drone musuh".
Di Bahrain, kementerian dalam negeri mengonfirmasi sirene serangan udara diaktifkan sebagai respons terhadap ancaman tersebut. Sementara itu, Direktorat Keamanan Publik Yordania melaporkan pecahan proyektil jatuh di dekat ibu kota Amman tanpa menyebabkan korban maupun kerusakan.
Arab Saudi juga menyatakan telah mencegat sedikitnya empat drone di wilayah timur kerajaan. Sementara di Israel, militer mengatakan sistem pertahanan udara merespons rudal Iran yang memicu sirene peringatan di sebagian besar wilayah tengah negara tersebut.
Bandara Kuwait saat ini sebagian besar ditutup untuk penerbangan komersial dan telah beberapa kali menjadi sasaran sejak perang regional dimulai pada 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.
Pada 14 Maret, otoritas penerbangan sipil menyatakan serangan dengan "beberapa drone" menargetkan bandara dan "menghantam sistem radar"-nya. Tidak ada korban dilaporkan dalam insiden tersebut.
Sebelumnya, pada 8 Maret, drone juga menghantam tangki bahan bakar di bandara itu. Bahkan dalam serangan lebih awal terhadap terminal penumpang, beberapa orang mengalami luka ringan dan terjadi kerusakan.
(luc/luc) Add
source on Google