Airlangga, Purbaya & Seskab Teddy Rapat Online, Bahas 2 Topik Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya diketahui mengikuti rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga (K/L) terkait rencana kebijakan penyesuaian kembali energi dan kebijakan ekonomi di sela-sela libur Lebaran, Selasa (24/3/2026).
Adapun, rapat tersebut digelar secara virtual dan dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Seskab Teddy Indra Wijaya mengikuti rapat koordinasi lintas K/L yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual melalui Zoom terkait rencana kebijakan penyesuaian kembali energi dan beberapa kebijakan ekonomi," tulis Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Rabu (25/3/2026).
Rapat ini membahas mengenai berbagai pandangan strategis disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan.
Sayangnya, Sekretariat Kabinet tidak merinci hasil rapat tersebut. Rapat dilakukan secara online dan dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yulianto serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Adapun, terkait dengan penghematan energi, Menko Airlangga sebelumnya menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas lainnya. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah meningkatkan volume produksi batu bara melalui penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Selain itu, Pemerintah tengah mengkaji penyesuaian kebijakan terkait pajak ekspor batu bara guna meningkatkan penerimaan negara, seiring dengan tren kenaikan harga komoditas tersebut.
Di sektor energi, Pemerintah mendorong percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai langkah efisiensi di tengah tingginya harga minyak. Penugasan tersebut diberikan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara untuk segera ditindaklanjuti.
Airlangga juga menyampaikan bahwa Pemerintah tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema Work From Home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja.
"Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan," ungkap Airlangga, dalam konferensi pers, Kamis lalu (19/3/2026).
Pemerintah saat ini tengah mematangkan aspek teknis pelaksanaan kebijakan tersebut. Penerapan WFH diharapkan tidak hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga dapat diadopsi oleh sektor Swasta serta Pemerintah Daerah.
Rencana implementasi kebijakan ini dijadwalkan mulai diberlakukan setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Namun demikian, waktu pasti pelaksanaannya masih akan ditentukan lebih lanjut.
"Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Kita ikuti situasi yang berkembang," pungkas Airlangga.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]