Begini Strategi Purbaya Hadapi Banjir Barang China di E-Commerce

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Rabu, 25/03/2026 07:55 WIB
Foto: Pelantikan Pejabat di Lingkungan Kementerian Keuangan di Aula Dhanapala, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Tangkapan layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait dominasi pedagang asal China di marketplace Tanah Air. Keluhan tersebut disampaikan melalui siaran langsung atau live di aplikasi TikTok anak Purbaya, @yudapurboyosunu beberapa waktu lalu.

Salah satu pengguna aplikasi TikTok menyampaikan dalam live bersama dengan Menkeu Purbaya bahwa pihak yang paling dominan dalam marketplace adalah para importir yang membuka toko sebagai official store.


"Jadi kalau mereka sebagai official store itu ya akan mendominasi, Pak. Harganya bisa lebih bersaing dan lain-lain, Pak. Itu yang menyebabkan itu kita sebagai pedagang-pedagang yang kecil itu ya nggak mungkin bisa bersaing, Pak," ujar salah satu akun TikTok dikutip Rabu (25/3/2026).

Dengan demikian, keberadaan e-commerce dapat mematikan pelaku usaha kecil jika tidak diatur dengan baik. Bahkan banyak pelaku usaha ritel yang tutup karena tidak mampu bertahan menghadapi persaingan.

"Dari segi harga, dari segi support udah putus, Pak. Itu yang menyebabkan sebenarnya online tuh bukannya membangun UMKM, Pak. Jujur saja tuh e-commerce itu kalau nggak diatur itu justru membunuh UMKM, Pak," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya mengaku sedang berpikir dalam mengembalikan marketplace besar di Indonesia ke dalam negeri.

Salah satunya adalah Tokopedia yang merupakan raksasa marketplace asal Indonesia yang kini mayoritas sahamnya dipegang Bytedance, perusahaan teknologi China.

"Saya lagi mikir gimana kembalikan marketplacenya. Enggak hanya yang dikuasai China, misalnya kan Tokopedia dikuasai China kan semuanya," ucapnya kepada awak media usai shalat Id di Masjid DJP, Jakarta pada Sabtu (21/3/2026).

Dirinya mengatakan jika kepemilikan marketplace dikuasai perusahaan asing, keuntungannya akan mengalir ke luar Indonesia. "Bagaimana dibilang, digitalisasi kalau seperti itu, sepertinya memberikan pasar ke China langsung," imbuhnya.

Dirinya juga mengaku sedang berupaya dalam menghidupkan perusahaan domestik untuk menyaingi perusahaan China di pasar.

"Saya lagi pikir ada perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari dominasi China," jelasnya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ucapkan Selamat Idulfitri, Purbaya Yakin Ekonomi RI Kuat