MARKET DATA

Waspada, Hujan Lebat Masih Mengancam Jabodetabek Sampai 26 Maret

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
24 March 2026 19:30
Sejumlah kendaraan terjebak macet akibat banjir melanda Jl. KH. Hasyim Ashari, Ciledug, depan Perumahan Ciledug Indah 1, Jumat (23/1/2026). (CNBC Indonesia/Wilda Asmarini)
Foto: (CNBC Indonesia/Wilda Asmarini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga 26 Maret 2026. Warga Jabodetabek diminta tetap siaga.

Dalam pembaruan peringatan dini cuaca periode 24-26 Maret 2026, dikutip dari Instagram resmi @infobmkg, Selasa (24/6/2026), BMKG mencatat wilayah DKI Jakarta masuk kategori waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini berpotensi memicu genangan hingga banjir di sejumlah titik.

Tak hanya hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, terutama pada 25 dan 26 Maret 2026.

Secara nasional, potensi hujan meluas di berbagai wilayah Indonesia. Pada 24 Maret, hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Sumatra Barat, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, hingga Papua.

Sementara itu, pada 25 Maret, wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas serupa mencakup Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Papua.

Memasuki 26 Maret, hujan masih diperkirakan mengguyur DKI Jakarta bersama sejumlah wilayah lain seperti Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

BMKG juga mencatat beberapa wilayah dengan status siaga atau hujan lebat hingga sangat lebat, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur dalam periode tersebut.

Dampak yang perlu diwaspadai meliputi banjir, banjir bandang, hingga longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur.

BMKG mengingatkan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Masyarakat juga diminta aktif memantau informasi resmi melalui situs BMKG atau aplikasi InfoBMKG, serta melaporkan kejadian bencana melalui platform pelaporan yang tersedia.

"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem. Jika Sobat melihat atau terdampak bencana di sekitar, mari bergotong royong dengan melaporkannya melalui bit.ly/laporbencanabot," kata BMKG dalam keterengannya.

(wia) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Libur Nataru Bertepatan saat Musim Hujan, Begini Persiapan AirNav


Most Popular
Features