Surga Dunia Dihantam Petaka, Hujan Deras Picu Banjir Terparah 20 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Hawaii menghadapi banjir terburuk dalam lebih dari dua dekade setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Pejabat setempat bahkan mendesak warga di daerah terdampak untuk segera mengungsi.
Peringatan tersebut disampaikan pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat ketika hujan deras terus mengguyur wilayah terdampak, khususnya di kawasan pesisir utara Pulau Oahu yang terkenal di dunia sebagai lokasi selancar ombak besar. Air bah berlumpur menutupi wilayah luas, mengangkat rumah dan kendaraan, serta memaksa evakuasi sekitar 5.500 orang di utara Honolulu.
Pihak berwenang juga memperingatkan bahwa bendungan berusia 120 tahun berisiko jebol. Sistem peringatan darurat menyebutkan jalan akses terakhir keluar dari Waialua berisiko tinggi gagal jika hujan terus berlanjut.
Di Pulau Maui, otoritas meningkatkan imbauan evakuasi menjadi peringatan untuk sebagian wilayah Lahaina, yang masih berjuang pulih dari kebakaran mematikan pada 2023, karena kolam retensi mendekati kapasitas maksimal.
Meski sebagian warga Oahu sempat melihat air surut dan langit cerah, ahli cuaca mengingatkan ancaman belum berakhir. Meteorolog dari National Weather Service di Honolulu, Tina Stall, memperingatkan, "Jangan lengah dulu, masih ada potensi dampak banjir tambahan."
Gubernur Hawaii Josh Green mengatakan kerugian akibat badai bisa melampaui US$1 miliar, mencakup kerusakan bandara, sekolah, jalan, rumah, hingga sebuah rumah sakit di wilayah Kula, Maui.
"Ini akan memiliki konsekuensi yang sangat serius bagi kami sebagai negara bagian," ujar Green dalam konferensi pers, dilansir The Associated Press.
Ia juga mengatakan kepala stafnya telah berbicara dengan Gedung Putih dan menerima jaminan dukungan federal.
Green menambahkan banjir ini merupakan yang paling serius sejak 2004, ketika rumah-rumah dan perpustakaan Universitas Hawaii terendam. Puluhan bahkan mungkin ratusan rumah rusak, meskipun penilaian penuh belum dilakukan.
Menurut otoritas, sebagian kehancuran disebabkan oleh volume hujan besar dalam waktu singkat di tanah yang sudah jenuh. Beberapa bagian Oahu menerima curah hujan 8 hingga 12 inci atau sekitar 20-30 cm.
Lebih dari 200 orang diselamatkan dari air yang naik, namun tidak ada korban jiwa dilaporkan dan tidak ada orang hilang. Tim penyelamat melakukan pencarian melalui udara dan air.
Garda Nasional bersama Pemadam Kebakaran Honolulu mengevakuasi 72 anak-anak dan orang dewasa dari kamp musim semi di retret Our Lady of Kea'au di pantai barat Oahu. Meski lokasi berada di dataran tinggi, otoritas tidak ingin mereka tetap terisolasi.
Adapun sistem badai musim dingin yang dikenal sebagai "Kona lows", dengan angin selatan atau barat daya yang membawa udara lembap, menjadi penyebab hujan deras dalam dua pekan terakhir. Para ahli mengatakan intensitas dan frekuensi hujan lebat di Hawaii meningkat akibat pemanasan global yang disebabkan manusia.
Â
(luc/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]