Kebakaran Pabrik Otomotif Makan Korban, 11 Orang Tewas-3 Masih Dicari

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Sabtu, 21/03/2026 17:10 WIB
Foto: Asap mengepul dari sebuah pabrik suku cadang mobil di Daejeon, Korea Selatan, 20 Maret 2026. (Yonhap via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 11 dari 14 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam kebakaran pabrik suku cadang mobil di Daejeon, Korea Selatan, ditemukan tewas. Informasi ini disampaikan oleh Badan Pemadam Kebakaran Nasional pada Sabtu.

Melansir koreajoongangdaily, Tim penyelamat menemukan sembilan jenazah mulai sekitar pukul 00.20 di dalam area gym lantai tiga pabrik. Seorang pejabat pemadam menyebut para korban kemungkinan melarikan diri ke lokasi tersebut untuk menghindari kobaran api namun akhirnya terjebak asap.

Korban lainnya ditemukan di lokasi berbeda dalam bangunan tersebut. Satu jenazah ditemukan di kamar mandi pria di lantai satu sekitar tengah hari, sementara satu korban lain ditemukan pada Jumat malam di dekat tangga menuju ruang istirahat lantai dua.


Hampir seluruh korban yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi kecuali satu orang. Jenazah para korban telah dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi lanjutan melalui sidik jari dan uji DNA.

Secara keseluruhan, kebakaran ini menewaskan 11 orang, melukai sedikitnya 59 orang, dan menyisakan tiga orang yang masih hilang. Pencarian terus dilakukan dengan memanfaatkan data lokasi ponsel untuk melacak keberadaan korban yang diduga masih berada di dalam gedung.

Otoritas juga mengerahkan anjing pelacak serta peralatan deteksi canggih guna mempercepat proses pencarian. Hingga saat ini, tidak ada pekerja asing yang diyakini termasuk dalam daftar korban hilang.

Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.17 waktu setempat pada Jumat di sebuah pabrik milik Anjun Industrial yang memproduksi katup mesin untuk mobil dan kapal. Perusahaan tersebut memiliki sekitar 350 karyawan, dengan sekitar 170 orang berada di dalam pabrik saat insiden terjadi.

Perintah mobilisasi nasional dikeluarkan oleh Badan Pemadam Kebakaran Nasional pada pukul 13.53. Langkah ini diambil karena adanya kekhawatiran terhadap potensi jatuhnya korban dalam jumlah besar.

Tim penyelamat baru dikerahkan masuk ke dalam bangunan pada pukul 22.25 Jumat malam setelah inspeksi keselamatan dilakukan. Kebakaran kemudian dinyatakan sepenuhnya padam pada pukul 23.48 oleh otoritas pemadam.

Lokasi kebakaran dikunjungi oleh Perdana Menteri Kim Min-seok pada hari yang sama untuk meninjau upaya penanganan dan membahas langkah pemulihan. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Yun Ho-jung memimpin rapat pertama Markas Besar Penanggulangan Bencana dan Keselamatan di lokasi untuk mengevaluasi situasi serta mengoordinasikan bantuan bagi korban.

Pemerintah berencana memperkuat dukungan bagi korban dengan menugaskan satu pejabat khusus untuk setiap korban. Selain itu, pusat dukungan terpadu korban bencana juga akan dibentuk guna mengoordinasikan bantuan lintas lembaga pemerintah.

Tim investigasi khusus telah dibentuk oleh jaksa untuk mengungkap penyebab kebakaran dan menentukan pihak yang bertanggung jawab. Seorang pejabat kejaksaan menyatakan bahwa koordinasi dengan kepolisian dan otoritas ketenagakerjaan akan dilakukan untuk memastikan penyelidikan berjalan menyeluruh sekaligus memberikan dukungan cepat bagi para korban.

Api Berhasil Dipadamkan Setelah 10 Jam

Sebelumnya diberitakan The Korea Herald, kebakaran besar melanda pabrik tersebut pada Jumat siang saat sekitar 170 pekerja berada di dalam gedung. Laporan awal muncul sekitar pukul 13.17 waktu setempat dan api dengan cepat membesar disertai ledakan.

Petugas pemadam sempat kesulitan memasuki bangunan karena risiko runtuh yang tinggi serta adanya sekitar 200 kilogram sodium di dalam fasilitas. Zat tersebut berpotensi memicu ledakan jika tidak ditangani dengan hati-hati sehingga memperumit upaya pemadaman.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah lebih dari 10 jam 30 menit. Saat ini, petugas menggunakan alat berat untuk membersihkan puing-puing sambil melanjutkan pencarian korban yang masih hilang.

Penyebab pasti kebakaran belum diketahui, namun saksi melaporkan adanya ledakan sebelum api menyebar luas. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah memerintahkan mobilisasi penuh personel dan peralatan untuk menangani situasi serta mendukung operasi penyelamatan.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Harga Minyak Global Melojak Dekati USD 120, Korsel Batasi Harga BBM