Terungkap! Militer Denmark Pernah Berencana Ledakkan Bandara Greenland
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana ekstrem sempat disiapkan militer Denmark ketika ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) di Greenland meningkat. Sejumlah prajurit Denmark dilaporkan siap meledakkan landasan pacu bandara utama di Greendland, jika rencana invasi AS terjadi, seperti yang dilaporkan BBC, Jumat (20/3/2026).
Mengutip sumber di pemerintah dan militer Denmark, serta dari sekutu Eropa, penyiar publik Denmark DR, menyatakan prajurit Denmark diterbangkan ke Greenland pada Januari lalu yang dipersiapkan untuk meledakkan landasan pacu. Selain itu, persediaan darah juga turut dikirim untuk merawat korban luka jika terjadi pertempuran.
Laporan itu juga dikonfirmasi oleh dua pejabat Eropa kepada Financial Times. Namun, Kementerian Pertahanan Denmark memilih tidak memberikan komentar resmi. Meski begitu, pejabat militer senior Denmark, yang berbicara secara anonim kepada BBC, bahwa hanya sebagian kecil yang mengetahui operasi ini karena alasan keamanan.
Ketegangan ini juga tidak lepas dari ambisi Donald Trump yang berulang kali ingin mencaplok Greenland, yang merupakan wilayah semiotonom milik Denmark. Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland juga telah berulang kali menolak keinginan itu.
Namun, situasi semakin memanas setelah operasi militer cepat AS di Venezuela yang berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro pada awal Januari. Peristiwa itu membuat negara-negara Eropa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi langkah serupa di wilayah lain.
Seorang sumber keamanan Denmark menyebut bahwa kombinasi pernyataan Trump dan aksi militer AS tersebut membuat semua kemungkinan harus dipertimbangkan secara serius. Sebagai respons, Denmark meminta dukungan politik dari negara-negara Eropa seperti Prancis dan Jerman, serta meningkatkan kerja sama militer di Greenland.
Sejumlah pasukan gabungan dari Denmark, Prancis, Jerman, Norwegia, dan Swedia pun dikerahkan ke ibu kota Greenland, Nuuk, serta Kangerlussuaq. Secara resmi, pengerahan itu disebut sebagai bagian dari latihan militer gabungan bertajuk "Operation Arctic Endurance". Namun di balik itu, langkah tersebut disebut sebagai upaya persiapan menghadapi kemungkinan invasi AS.
Dalam skenario terburuk, Denmark bahkan telah memutuskan akan melawan jika terjadi serangan. Penghancuran landasan pacu di Nuuk dan Kangerlussuaq dipandang sebagai strategi untuk menghambat pendaratan pesawat militer AS.
"Saya pikir biaya harus dibuat tinggi bagi AS. Mereka harus melakukan tindakan permusuhan untuk mendapatkan Greenland," kata salah satu sumber pertahanan Denmark.
Meskipun dia mengakui bahwa pasukan mereka kemungkinan tidak akan mampu menahan serangan AS dalam skala besar.
(miq/miq) Add
source on Google