Iran Hukum Mati Warga Swedia Kourosh Keyvani, Disebut Mata-Mata
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dilaporkan mengeksekusi seorang pria bernama Kourosh Keyvani. Ia merupakan warga negara ganda Iran-Swedia yang dituduh membantu badan intelijen Israel, Mossad.
Menurut laporan kantor berita Mizan yang berafiliasi dengan lembaga kehakiman, Keyvani dinyatakan bersalah karena memberikan "gambar dan informasi lokasi sensitif" di Iran kepada Mossad.
Mizan melaporkan, Keyvani dieksekusi setelah hukuman mati terhadapnya dikuatkan oleh Mahkamah Agung Iran. Ia sebelumnya ditangkap di wilayah Savojbolagh pada Juni, bertepatan dengan konflik yang dikenal sebagai "perang 12 hari".
Otoritas Iran menyebut proses hukum telah dijalankan sesuai prosedur. Namun, tidak ada bukti independen yang dipublikasikan untuk mendukung tuduhan spionase tersebut.
Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut Keyvani ditangkap oleh unit intelijen Garda Revolusi. Saat penangkapan, ia dilaporkan membawa uang tunai, kendaraan, serta peralatan komunikasi dan pengawasan canggih. Klaim lain menyebut ia direkrut melalui kontak daring dan sempat menjalani pelatihan di luar negeri, meski hal ini belum dapat diverifikasi.
Pemerintah Swedia turut bereaksi atas eksekusi tersebut. Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard mengatakan seorang warga negara Swedia telah dieksekusi di Iran setelah ditangkap pada Juni. Ia menilai proses hukum yang dijalani tidak memenuhi standar peradilan yang semestinya.
"Ia menambahkan bahwa proses hukum yang mengarah pada eksekusi tersebut tidak memenuhi standar proses hukum yang semestinya," demikian pernyataan resmi pemerintah Swedia.
Eksekusi ini menjadi bagian dari rangkaian tindakan Iran terhadap individu yang dituduh memiliki hubungan dengan Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, Teheran kerap menjatuhkan hukuman mati dalam kasus spionase, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel.
Sejumlah laporan media dan kelompok hak asasi manusia juga mencatat adanya peningkatan penangkapan dan eksekusi terkait tuduhan spionase sejak konflik pada Juni lalu.
(tfa/sef) Add
source on Google