Internasional

Kebakaran Dahsyat, Kapal Induk Perang Tercanggih AS Tumbang Seketika

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 18/03/2026 10:30 WIB
Foto: Kapal induk USS Gerald R. Ford tiba di Teluk Souda di pulau Kreta, Yunani, 23 Februari 2026. (REUTERS/Stelios Misinas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal induk AS Gerald R. Ford, yang dikerahkan dalam operasi melawan Iran, diperkirakan akan sementara berlabuh setelah terjadi kebakaran di atas kapal, kata para pejabat AS pada Selasa (17/3) waktu setempat.

Gerald R. Ford merupakan kapal induk terbaru AS dan terbesar di dunia, yang saat ini berada di Laut Merah. Kapal itu diperkirakan akan berlabuh sementara di Teluk Souda di pulau Kreta, Yunani, kata dua pejabat AS.


Kapal perang tersebut telah dikerahkan selama sembilan bulan. Sebelum tiba di Timur Tengah, Gerlad R. Ford mengambil bagian dalam operasi melawan Venezuela. Lamanya penugasan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang moral para pelaut di atas kapal dan kesiapan kapal perang dalam melanjutkan misinya.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, tidak mengatakan berapa lama Ford diperkirakan akan tetap berada di Kreta.

Salah satu pejabat mengatakan hampir 200 pelaut dirawat karena cedera terkait asap ketika kebakaran terjadi di area binatu utama kapal. Kebakaran tersebut membutuhkan waktu berjam-jam untuk dikendalikan dan berdampak pada sekitar 100 tempat tidur.

Seorang anggota militer dievakuasi dari kapal karena cedera, kata pejabat itu.

The New York Times pertama kali melaporkan besarnya kerusakan di atas kapal perang tersebut. Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Setelah kebakaran pertama kali terjadi, militer AS mengatakan tidak ada kerusakan pada sistem propulsi kapal dan kapal induk tersebut beroperasi penuh.

AS telah melakukan serangan terhadap lebih dari 7.000 target sejak memulai operasi melawan Iran pada 28 Februari.

Kapal Ford, dengan lebih dari 5.000 pelaut di dalamnya, memiliki lebih dari 75 pesawat militer, termasuk pesawat tempur seperti F-18 Super Hornet. Kapal Ford memiliki radar canggih yang dapat membantu mengendalikan lalu lintas udara dan navigasi.

Kapal-kapal pendukung, seperti kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga Normandy, kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke Thomas Hudner, Ramage, Carney, dan Roosevelt, mencakup kemampuan perang permukaan-ke-udara, permukaan-ke-permukaan, dan anti-kapal selam.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Serangan Iran di Bahrain Tewaskan Satu Orang