Pasokan BBM di SPBU Shell-BP Kosong, Ini Kata Bahlil
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara perihal kosongnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta, seperti Shell dan BP.
Bahlil meminta badan usaha swasta tersebut untuk mencari solusi bisnis secara mandiri guna mengamankan rantai pasok mereka.
Adapun, Bahlil menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga ketersediaan energi untuk masyarakat luas secara nasional. Ia menyarankan agar pengelola SPBU swasta menjalin kerja sama komersial antar-badan usaha atau Business to Business (B2B) untuk mengatasi kekurangan stok.
"Silakan B to B. Kita gini loh. Saya tidak bicara orang per orang ya. Negara itu hadir bukan mengurus satu kelompok. Bagi kelompok-kelompok yang pengin untuk tetap survive dan punya stok, ya silakan berkolaborasi dengan badan-badan usaha lain," ungkap Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, stok BBM di SPBU Shell telah kosong sejak awal tahun 2026. Sementara untuk SPBU BP, kekosongan stok beberapa jenis BBM-nya terjadi baru-baru ini.
Berbeda dengan situasi di SPBU swasta, Bahlil menjamin pasokan BBM yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) dalam kondisi aman. Ia memastikan ketersediaan BBM, LPG, hingga avtur dan listrik cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang dan selama periode Hari Raya Idulfitri.
Pemerintah menyadari bahwa eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah memicu kepanikan pasar di beberapa negara. Namun, Bahlil memastikan Pemerintah Indonesia tidak akan melepas sepenuhnya harga BBM ke mekanisme pasar dan tetap mempertahankan skema subsidi.
"Menyangkut harga, negara akan tetap hadir untuk subsidi. Tetap akan hadir. Berapa harga subsidinya, itu kita lihat perkembangan geopolitik. Tapi kalau dengan harga insya Allah kalau US$ 100 (per barel), rata-rata sekarang kan US$ 70. Kalau mau US$ 100, itu insya Allah masih dalam koridor APBN, masih bisa kita exercise," tegasnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]