FOTO

Potret Warga Jakarta "Sembunyi" dari Panas Terik, Awan di Langit Tipis

CNBC Indonesia/Muhammad Sabki, CNBC Indonesia
Selasa, 17/03/2026 15:08 WIB

Warga Jakarta kepanasan di tengah cuaca cerah berawan. BMKG sebut panas meningkat karena minim awan dan pergeseran hujan ke wilayah Indonesia timur.

1/5 Warga berjalan dengan menutup kepala untuk berlindung dari terik matahari di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga berjalan dengan menutup kepala untuk berlindung dari terik matahari di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (17/3/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca cerah berawan akan bertahan dari pagi hingga sore hari di seluruh wilayah Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

2/5 Warga berjalan dengan menutup kepala untuk berlindung dari terik matahari di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Dalam Peringatan Dini Cuaca periode 16-20 Maret juga tak ada wilayah Jabodetabek yang berpotensi mengalami intensitas hujan sedang atau lebih lebat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3/5 Warga berjalan dengan menutup kepala untuk berlindung dari terik matahari di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kondisi cuaca di Jakarta dan sekitarnya ini cukup berbeda dengan beberapa wilayah lain yang masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

4/5 Warga berjalan dengan menutup kepala untuk berlindung dari terik matahari di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

BMKG mengatakan kondisi 'panas mendidih' terjadi seiring dengan distribusi hujan yang cenderung bergeser ke wilayah Indonesia bagian timur, sehingga beberapa wilayah lain mengalami tutupan awan yang lebih sedikit dan penerimaan radiasi matahari yang lebih optimal. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

5/5 Warga berjalan dengan menutup kepala untuk berlindung dari terik matahari di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Hal ini ditandai oleh anomali OLR positif yang menunjukkan pertumbuhan awan relatif minim. Selain itu, gerak semu tahunan matahari yang makin mendekati wilayah ekuator juga turut berkontribusi terhadap peningkatan pemanasan permukaan, sehingga pada siang hari cuaca terasa lebih terik di sejumlah wilayah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Add as a preferred
source on Google