Garuda Respons Kabar Tiket Pesawat Palangkaraya-JKT Tembus Rp200 Juta
Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai nasional Garuda Indonesia menyoroti munculnya kabar di media sosial yang menyebut harga tiket penerbangan domestik di platform penjualan tiket daring atau online travel agent (OTA) sampai ratusan juta rupiah. Yaitu, harga tiket penerbangan Palangkaraya menuju Jakarta.
Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Halim menegaskan harga tersebut bukan berasal dari sistem resmi Garuda Indonesia, artinya harga tiket yang beredar di media sosial tersebut tidak pernah diajukan dalam struktur tarif maskapai.
"Kemarin sempat viral tiket Palangkaraya ke Jakarta sampai Rp200 juta atas nama Garuda. Itu tidak masuk akal karena kami tidak pernah memfile harga seperti itu," ujar Reza dalam jumpa pers Kemenpar soal Isu Harga Tiket Pesawat, Selasa (17/3/2026).
Harga tersebut diduga berasal dari platform OTA luar negeri yang tidak memiliki kerja sama langsung dengan maskapai. Garuda mengaku saat ini tengah melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber munculnya harga tersebut di sistem penjualan tiket.
"Kami sedang telusuri karena itu bukan partner kami. Harganya juga tidak pernah kami ajukan dalam filing tarif maskapai," katanya.
Praktik seperti ini dapat menimbulkan persepsi keliru di masyarakat seolah-olah maskapai menjual tiket dengan harga sangat mahal. Padahal, maskapai tetap terikat pada aturan tarif yang ditetapkan pemerintah, termasuk tarif batas atas dan ketentuan tambahan seperti fuel surcharge.
Dalam kesempatan tersebut, Garuda juga menegaskan tetap mematuhi regulasi pemerintah terkait penetapan harga tiket penerbangan.
"Pada prinsipnya kami tetap comply terhadap ketentuan yang berlaku, baik tarif batas atas maupun aturan fuel surcharge," ujarnya.
Maskapai berharap ke depan pengawasan terhadap platform penjualan tiket, khususnya yang berbasis di luar negeri, dapat diperkuat agar tidak menampilkan harga yang tidak realistis.
"Harapannya kita bisa melakukan monitoring lebih baik sehingga harga yang ditampilkan tidak mencederai penumpang maupun maskapai," kata Reza.
Sebelumnya, beredar di media sosial tangkapan layar harga tiket pesawat tembus Rp200 juta. Hal ini memicu ramai protes di media sosial. Belakangan kemudian, muncul dugaan tarif sebesar Rp200 juta itu bukanlah harga sebenarnya. Dan diduga terjadi kesalahan teknis pada platform OTAÂ tersebut.
source on Google [Gambas:Video CNBC]