Jaga Pasokan Energi, Pertamina Patra Niaga Operasikan Satgas RAFI 2026

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Selasa, 17/03/2026 12:59 WIB
Foto: Press Conference Kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 di SPBU Pertamina Rest Area KM 57A, Cikampek, Jawa Barat, Senin (16/3/2026)/Elga Nurmutia

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga resmi mengoperasikan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026/1447H sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Satgas RAFI bertugas untuk memastikan ketersediaan pasokan dan distribusi energi kepada masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto mengatakan, kesiapan layanan energi telah dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga sejak jauh-jauh hari. Hal ini termasuk kesiapan stok untuk bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi prioritas Satgas RAFI.

"Kami menyampaikan bahwa stok aman. Para konsumen, pelanggan, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir untuk menjalankan ritual mudiknya kembali ke kampung halaman hingga nanti di arus balik," ujar Eko, dalam Press Conference Kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 di SPBU Pertamina Rest Area KM 57A, Cikampek, Jawa Barat, Senin (16/3/2026).


Eko menjelaskan, dari hasil koordinasi dengan Kementerian/Lembaga (K/L), puncak arus mudik sendiri diperkirakan akan terbagi menjadi dua tahapan yaitu tanggal 14-15 Maret 2026 dan tanggal 18-19 Maret 2006.

Arus balik juga diperkirakan bakal terbagi menjadi dua gelombang, yaitu pada tanggal 24-25 Maret dan tanggal 28-29 Maret 2026 atau sebelum masyarakat Indonesia melakukan aktivitas bekerja dan aktivitas lainnya di tanggal 30 Maret 2026.

Melihat kondisi tersebut, Eko memperkirakan akan terjadi peningkatan kebutuhan energi, khususnya gasoline naik sekitar 12%. Di sisi lain, gas oil atau solar biosolar dan dex kemungkinan akan turun sekitar 14,5%.

Penurunan tersebut sejalan dengan pembatasan untuk transportasi barang yang diminta oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Alhasil, kebijakan tersebut turut menurunkan konsumsi BBM biosolar untuk sektor logistik.

"Kemudian LPG diperkirakan naik sekitar 4-5%, avtur naik sekitar 2,8%. Ini juga salah satunya karena banyaknya ekstra flight di semua bandara besar khususnya. Kemudian kerosene atau minyak tanah naik sekitar 4,2%. Kerosene minyak tanah ini banyak digunakan oleh rekan-rekan saudara kita di Indonesia bagian timur," terangnya.

Lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina (Persero) juga tengah menyiapkan infrastruktur dan layanan untuk BBM sekitar 7.800 lembaga penyalur khususnya SPBU tersedia dan dioperasikan, serta telah tersedia pula hampir 6.700 unit Pertashop.

"Kami juga menyiapkan 96 unit layanan modular BBM dan kiosk Pertamina 62 kiosk Pertamina Siaga di sejumlah 64 titik lokasi. Kita siapkan juga di kilometer 57 ada 2 unit. Kemudian kita juga menyiapkan motoris hampir sekitar 200 unit. Motoris atau Pertamina Delivery Service baik itu untuk BBM maupun LPG khususnya untuk daerah-daerah atau jalan tol yang kemungkinan akan padat dan terjadi kemacetan," jelas Eko.

Eko melanjutkan, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan 6.600 agen LPG, baik itu agen LPG Public Service Obligation (PSO) maupun agen LPG non-PSO. Selain itu, sebanyak 6.300 unit agen LPG Siaga SPBU 757 telah disiapkan beserta Pertamina Delivery Service untuk penyaluran Bright G0as. Tak ketinggalan, Pertamina Patra Niaga juga menyediakan sekitar 223 agen minyak tanah.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan layanan 4 pilar layanan Satgas. Di antaranya adalah penyediaan layanan energi, layanan untuk wilayah atensi, menyiapkan wilayah atensi di remote area seperti 3T, dan menyiapkan contingency plan untuk wilayah yang rawan bencana.

"Karena saat ini masih muncul cuaca-cuaca ekstrim di beberapa daerah, kita sudah mempersiapkan bagaimana BBM maupun LPG itu bisa terdistribusi dengan normal dengan menerapkan RAE (Regular Alternative Emergency)" pungkasnya.

Kemudian, Eko mengatakan, pihaknya turut menyiapkan layanan promosi. Sejak awal Ramadan, Pertamina Patra Niaga sudah memberlakukan berbagai program promosi. Sebagai informasi, per tanggal 13 Maret sampai dengan akhir Maret 30 Maret, Pertamina Patra Niaga menyiapkan program khusus potongan Rp 300 per liter untuk produk Pertamax dan Dex dengan menggunakan aplikasi My Pertamina yang berlaku untuk semua wilayah di seluruh Indonesia.

"Selain itu kita juga menambahkan ada layanan tambahan, kita menyiapkan Serambi My Pertamina. Ada 43 titik Serambi My Pertamina di jalan tol khususnya dan dua di wilayah-wilayah wisata. Jadi ini bagian yang kami siapkan untuk kepentingan data menyediakan layanan kepada konsumen, pelanggan, dan masyarakat Indonesia supaya lebih nyaman pada saat beraktifitas mudik maupun pada saat arus balik," ungkap Eko.

Tak berhenti disitu, Serambi My Pertamina juga hadir di bandara, stasiun, dan pelabuhan-pelabuhan utama. Langkah ini ditempuh Pertamina Patra Niaga demi memberikan kenyamanan bagi konsumen tidak hanya di jalan tol saja, melainkan juga di seluruh titik aktivitas konsumen atau pelanggan pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

 


(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Jamin Stok BBM & LPG Aman di Ramadan & Idulfitri