KKP Ingatkan Syahbandar Pelabuhan Ikan Pasang Mata-Awas Kebakaran

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 16/03/2026 17:20 WIB
Foto: Pelabuhan perikanan. (Dok. Humas KKP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pelayanan di pelabuhan perikanan di seluruh Indonesia tetap berjalan selama libur Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan agar aktivitas pendaratan, pembongkaran, hingga distribusi hasil tangkapan ikan tetap berlangsung aman dan lancar.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif mengatakan, aktivitas di pelabuhan perikanan biasanya mengalami peningkatan dinamika menjelang hingga selama periode Lebaran.

"Sebagian nelayan bersiap kembali ke daerah asal, sebagian lainnya memanfaatkan momentum sebelum libur panjang untuk melakukan aktivitas penangkapan maupun pendaratan ikan," kata Lotharia dalam keterangannya, dikutip Senin (16/3/2026).


Untuk menjaga operasional pelabuhan tetap tertib dan terkendali, Latif meminta seluruh jajaran pelabuhan perikanan menggelar apel siaga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, ada tiga fokus utama yang menjadi perhatian KKP selama periode tersebut. Pertama, penguatan keselamatan pelabuhan perikanan agar bebas dari risiko kebakaran. Kedua, menjaga kualitas pelayanan publik di pelabuhan. Ketiga, memperkuat pendataan guna mendukung optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Tim terpadu pengamanan pelabuhan perikanan harus selalu siaga, syahbandar di pelabuhan perikanan harus mampu memastikan pengawasan keselamatan pelayaran dan ketertiban di dermaga berjalan disiplin," ujarnya.

Latif juga menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan kebakaran di kawasan pelabuhan. Upaya tersebut antara lain dengan mengatur jarak tambat kapal yang aman, mengawasi aktivitas pengelasan, hingga memeriksa kondisi kapal sebelum ditinggalkan awaknya.

Selain itu, kesiapan sarana keselamatan seperti hydrant, sistem pemantauan, serta akses darurat bagi kendaraan pemadam juga harus dipastikan berfungsi dengan baik.

KKP juga mendorong dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga keamanan pelabuhan perikanan, termasuk Polairud dan TNI AL. Keterlibatan asosiasi nelayan serta kelompok masyarakat juga dinilai penting untuk membangun sistem pengawasan berbasis komunitas di kawasan pelabuhan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pelayanan sektor perikanan tetap optimal selama Ramadan dan Lebaran 2026.

Pemerintah juga terus memantau produksi ikan di berbagai sentra nelayan dan pelabuhan perikanan di seluruh Indonesia guna menjaga ketersediaan pasokan selama periode tersebut.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: KKP Perketat Pengawasan Mutu Produk Perikanan Saat Ramadan