Video: Bukan Teknologi & SDM, Ini Masalah Pengembangan PLTS di RI
Jakarta, CNBC Indonesia- Pelaku usaha sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menyambut positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang membentuk Satgas Percepatan Transisi Energi guna mengakselerasi pengembangan EBT menuju target Kedaulatan Energi Indonesia Dalam 3-5 tahun yang dipimpin oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar mengatakan tugas Satgas Percepatan Transisi yang salah satunya fokus pada pembangunan PLTS hingga 100 GW menjadi 'Game Changer' bagi PLTS karena bisa mengatasi hambatan terkait regulasi yang tumpang tindih sekaligus menjadi komitmen bagi implementasi percepatan EBT.
SUN Energy menyebutkan saat ini setidaknya ada 4 tantangan pengembangan EBT sektor PLTS yakni eksekusi dari target pengembangan EBT seperti targtet EBT 1 Gigawatt di 2026 ini masih belum memiliki kejelasan terkait tender dan rencana pengembangan.
Selain itu industri juga membutuhkan insentif bagi pengembang guna mempercepat pengembangan dan meningkatkan daya saing mengingat saat ini teknologi dan SDM sudah siap. Di sisi lain, pengembang PLTS meminta kepastian terkait harga jual listrik karena terkait daya saing, selain itu pengembang membutuhkan dukungan pembiayaan, kesiapan infrastruktur PLN serta kepastian hukum bagi investasi EBT jangka panjang.
Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 16/03/2026)
Add
source on Google