MARKET DATA
Internasional

Iran Masih Kuat! Drone Teheran Hajar Pangkalan AS-Italia di Kuwait

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
16 March 2026 10:43
Pesawat pembom B-1B USAF mendarat di pangkalan udara RAF Fairford, yang digunakan oleh personel Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Fairford, Gloucestershire, Inggris, 11 Maret 2026. (REUTERS/Phil Noble)
Foto: Pangkalan udara (REUTERS/Phil Noble)

Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Italia melaporkan sebuah pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait yang menampung pasukan Roma dan Amerika Serikat (AS) menjadi sasaran serangan pesawat nirawak atau drone pada hari Minggu, (16/03/2026). Meskipun serangan tersebut menimbulkan kerusakan material yang signifikan, pihak militer memastikan bahwa seluruh personel yang berada di lokasi dalam kondisi aman dan tidak ada korban luka.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani langsung memberikan pernyataan guna meredam kekhawatiran publik atas serangan yang merupakan insiden kedua terhadap pangkalan Italia di Timur Tengah dalam pekan ini. Tajani menegaskan bahwa dirinya tidak meyakini negaranya menjadi target utama dalam serangan tersebut, mengingat situasi geopolitik yang sedang memanas antara Iran dan Amerika Serikat.

"Kami tidak sedang berperang dengan siapa pun. Seringkali serangan tersebut diarahkan terhadap pangkalan-pangkalan Barat, termasuk milik AS. Saya percaya bahwa warga Italia bukanlah targetnya," ujar Tajani dalam wawancara dengan televisi publik RAI pada hari Minggu dikutip AFP.

Serangan ini terjadi di tengah gelombang pembalasan Iran terhadap negara-negara yang menampung pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Langkah Teheran ini merupakan respons atas rentetan serangan AS-Israel ke wilayah Iran yang telah dimulai sejak 28 Februari lalu, sehingga meningkatkan risiko konfrontasi langsung di kawasan Teluk.

Kepala Staf Umum Pertahanan Italia, Jenderal Luciano Portolano dalam pernyataan resmi militer yang diunggah melalui media sosial X mengonfirmasi rincian kejadian yang menyasar aset udara milik negaranya tersebut. Portolano menjelaskan bahwa proyektil tersebut menghantam fasilitas vital yang menampung alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik satuan tugas udara mereka.

"Pagi ini, pangkalan Ali Al Salem di Kuwait yang menampung personel dan kemampuan militer Amerika dan Italia, menjadi target serangan pesawat nirawak. Serangan itu menghantam sebuah hanggar yang menampung pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh milik Italian Task Force Air (TFA), yang akhirnya hancur. Pada saat serangan terjadi, semua personel selamat dan tidak terluka," kata Portolano.

Sebelum insiden di Kuwait ini, sebuah pangkalan militer Italia di Erbil, Kurdistan Irak, juga dilaporkan mendapat serangan drone serupa pada Rabu malam pekan lalu. Meskipun tidak ada korban luka dalam peristiwa di Erbil tersebut, pemerintah Italia memutuskan untuk mengambil langkah preventif demi keselamatan pasukannya.

Pemerintah di Roma menyatakan telah menarik sementara personelnya yang berjumlah kurang dari 300 orang dari Erbil pascaserangan tersebut. Selama ini, personel Italia di wilayah itu bertugas melatih pasukan keamanan lokal sebagai bagian dari pasukan internasional, namun eskalasi keamanan memaksa dilakukannya evakuasi terbatas.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Italia dalam pernyataan lanjutannya mengungkapkan bahwa jumlah personel di pangkalan Kuwait sebenarnya telah dikurangi dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap situasi keamanan yang terus berkembang secara dinamis di wilayah tersebut.

"Personel yang tersisa di pangkalan sedang dikerahkan untuk melaksanakan aktivitas misi yang esensial. Pesawat yang terdampak merupakan aset penting untuk aktivitas operasional dan tetap ditempatkan di pangkalan tersebut untuk memastikan kesinambungan operasi," tulis pernyataan resmi tersebut.

Hingga saat ini, pihak militer Italia dan AS masih terus melakukan investigasi mendalam terkait asal-usul drone tersebut. Situasi di sekitar pangkalan Ali Al Salem dilaporkan masih dalam status siaga tinggi guna mengantisipasi adanya serangan susulan di tengah bara konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

(tps/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Serang Iran, Teheran Janji Gempur Habis Pangkalan Militer AS


Most Popular
Features